IKLAN
News

Belajar Melihat Keindahan di Balik Kesulitan Hidup

Avatar photo
×

Belajar Melihat Keindahan di Balik Kesulitan Hidup

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Al Qur'an. Foto: Rubaitul Azad/pexels.
Ilustrasi Al Qur'an. Foto: Rubaitul Azad/pexels.

Portal Pantura – Pernahkah Anda diberhentikan dari pekerjaan atau mengalami kegagalan besar? Bagaimana reaksi Anda saat itu?

Kebanyakan orang akan terpuruk. Namun ada perspektif berbeda yang bisa diambil: melihat musibah sebagai keindahan tersembunyi.

Olah Jiwa Lebih Sulit dari Olah Raga

IKLAN

Berolahraga dan menjaga kesehatan fisik relatif mudah dilakukan. Yang sulit adalah melatih jiwa dan mengendalikan nafsu.

Mengalahkan orang lain mudah. Tapi menaklukkan diri sendiri? Itu tantangan terbesar.

Kita sadar ketika berbohong kepada orang lain. Namun saat membohongi diri sendiri, kita justru tidak menyadarinya. Padahal pelakunya adalah diri kita sendiri.

Kebanggaan dalam Kesulitan

Rasulullah pernah mengalami embargo ekonomi dari kaum Quraisy Makkah. Umat Islam dilarang berdagang, membeli, dan menjual. Mereka mengalami kelaparan hingga kemiskinan merata.

Rekayasa Abu Jahal ini membuat banyak Muslim gulung tikar.

Namun dalam kondisi tersebut, Rasulullah menyatakan: “Alfakru fakhri” – kefakiran adalah kebanggaanku.

Beliau tetap teguh dan merasa bangga dalam kesulitan. Inilah yang disebut kawah candradimuka kehidupan.

Keindahan dalam Kesederhanaan

Bisakah kita melihat sesuatu yang indah dalam kehidupan seorang pemulung?

Tim Redaksi

Yudhi P
Reporter Yudhi P
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura