IKLAN
News

Bulog Tegal Targetkan Serap 90 Ribu Ton Beras Petani di 2025

Avatar photo
×

Bulog Tegal Targetkan Serap 90 Ribu Ton Beras Petani di 2025

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Gabah. Foto: Roy/pexels.
Ilustrasi Gabah. Foto: Roy/pexels.

Portal Pantura, Brebes – Perum Bulog Cabang Tegal menargetkan penyerapan beras petani sebanyak 90 ribu ton pada tahun 2025. Angka ini berlaku untuk wilayah eks Karesidenan Pekalongan yang meliputi Brebes, Pemalang, dan Pekalongan, serta Tegal.

Kepala Bulog Cabang Tegal, Agung Rohman, mengatakan realisasi penyerapan hingga pertengahan Juni sudah mencapai 64.579 ton atau sekitar 71,5 persen dari target.

IKLAN

“Target tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu yang hanya 22 ribu ton. Tahun lalu realisasi mencapai sekitar 36 ribu ton atau 166 persen dari target,” ujar Agung saat ditemui di Brebes, Selasa 17 Juni 2025.

Agung menjelaskan, wilayah dengan kontribusi serapan terbanyak berasal dari Tegal Raya, yang meliputi Kabupaten dan Kota Brebes serta Tegal. Ia optimistis target tahun ini bisa tercapai, terutama jika harga gabah kering panen (GKP) tetap stabil.

“Penyerapan terbanyak masih dari wilayah Tegal. Sepanjang harga gabah sesuai ketentuan, kami terus menyerap,” jelasnya.

Sinergi Lintas Sektor

Untuk memaksimalkan penyerapan, Bulog Tegal menggandeng berbagai pihak, mulai dari Babinsa Kodim, Dinas Pertanian di masing-masing daerah, hingga penyuluh pertanian.

“Di lapangan, kami dibantu untuk mengetahui lokasi-lokasi yang masih ada panen. Kalau masih bisa diserap, pasti akan kami serap,” ungkap Agung.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok beras dan menstabilkan harga di tingkat petani. Dengan sistem jemput bola, Bulog memastikan gabah petani tetap terserap, terutama di masa panen.

Stok Aman Hingga Tahun Depan

Saat ini, stok beras yang dikuasai Bulog di wilayah eks Karesidenan Pekalongan mencapai 77 ribu ton. Stok ini tersebar di enam komplek pergudangan yang dimiliki Bulog.

“Stok saat ini cukup untuk kebutuhan penyaluran rutin hingga awal tahun depan,” kata Agung.

Selain beras lokal hasil serapan petani, Bulog juga memiliki cadangan beras impor yang didatangkan pemerintah. Beras-beras tersebut berasal dari Vietnam, Thailand, hingga Pakistan.

“Jika sewaktu-waktu ada perintah untuk menyalurkan beras dalam program SPHP atau bantuan pangan, maka stok impor ini yang akan kami pakai,” tegas Agung.

Peran Strategis Bulog

Dengan peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan, Bulog terus aktif menyerap gabah petani agar harga tidak anjlok saat panen raya. Di sisi lain, ketersediaan stok juga dijaga untuk mendukung program-program pangan pemerintah.

Melalui penyerapan maksimal dan koordinasi lintas sektor, Bulog Tegal berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan stabilitas pasar beras nasional. Target 90 ribu ton bukan hanya angka, tapi bagian dari upaya konkret membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.***

Tim Redaksi

Yudhi P
Reporter Yudhi P
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura