Portal Pantura, Brebes – Memasuki hari kedelapan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang digelar Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, aspek kesehatan personel menjadi perhatian serius. Perubahan cuaca yang kerap terjadi dalam beberapa hari terakhir dinilai berpotensi memengaruhi stamina anggota Satuan Tugas (Satgas) serta warga yang terlibat dalam kegiatan fisik di lapangan.
Untuk mengantisipasi risiko gangguan kesehatan, tim medis yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-127 rutin melakukan pemeriksaan harian. Tim tersebut terdiri dari tenaga kesehatan Klinik Kartika 13 serta personel medis Yonif 406/Chandra Kusuma yang secara bergiliran memantau kondisi prajurit dan masyarakat.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan langsung di lokasi kegiatan pembangunan, mulai dari pengecekan tekanan darah, pemeriksaan keluhan umum, hingga pemberian obat sesuai indikasi medis. Langkah ini diambil sebagai bentuk pencegahan dini agar seluruh personel tetap dalam kondisi prima selama menjalankan tugas.
Salah satu anggota tim kesehatan, Serda Mustofa, Amd.Kep, menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dalam mendukung kelancaran program TMMD. Menurutnya, kegiatan fisik yang cukup berat ditambah kondisi cuaca yang tidak stabil dapat berdampak pada daya tahan tubuh.
“Kami memastikan setiap anggota Satgas maupun warga yang ikut bekerja tetap terpantau kesehatannya. Pemeriksaan rutin dilakukan agar jika ada keluhan bisa segera ditangani sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih serius,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Ia menambahkan, layanan kesehatan tidak hanya diperuntukkan bagi prajurit TNI, tetapi juga terbuka bagi masyarakat sekitar yang ikut bergotong royong dalam pembangunan desa. Dengan demikian, seluruh elemen yang terlibat dalam program TMMD mendapat perlindungan kesehatan yang sama.
Program TMMD sendiri merupakan sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan, baik melalui pembangunan fisik maupun kegiatan nonfisik. Di Desa Cikuya, sejumlah kegiatan infrastruktur tengah dikerjakan dengan melibatkan personel TNI dan partisipasi aktif warga.
Intensitas pekerjaan di lapangan yang cukup tinggi membuat faktor kebugaran menjadi hal krusial. Oleh karena itu, kehadiran tim kesehatan di lokasi kegiatan dinilai strategis untuk menjaga produktivitas sekaligus mencegah terjadinya penurunan kondisi fisik secara massal.
Selain pemeriksaan langsung, tim medis juga memberikan edukasi singkat terkait pola hidup sehat selama kegiatan berlangsung. Personel Satgas dan warga diimbau untuk menjaga asupan makanan, memperbanyak konsumsi air putih, serta beristirahat cukup setelah menyelesaikan pekerjaan harian.
Serda Mustofa juga mengingatkan agar setiap anggota maupun warga tidak mengabaikan gejala ringan seperti pusing, kelelahan berlebih, atau demam. Menurutnya, deteksi dan penanganan cepat menjadi kunci agar kegiatan tidak terganggu.
“Kami berharap semua yang terlibat tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang sudah tersedia. Pemeriksaan berkala penting untuk mengetahui kondisi tubuh masing-masing,” katanya.
Dengan adanya dukungan layanan kesehatan yang rutin dan terkoordinasi, pelaksanaan TMMD ke-127 di Desa Cikuya diharapkan dapat berjalan lancar hingga selesai. Kondisi fisik yang terjaga menjadi modal utama agar target pembangunan tercapai sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pendekatan preventif yang dilakukan tim kesehatan ini sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan program TMMD tidak hanya ditentukan oleh capaian fisik pembangunan, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya.***

