Portal Pantura, Brebes – Seragam loreng yang identik dengan latihan tempur dan disiplin militer, kini terlihat menyatu dengan pasir, semen, dan adukan beton. Dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026, prajurit TNI turun langsung membantu pembangunan infrastruktur desa di Kabupaten Brebes.
Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Selasa (17/2/2026). Sejumlah anggota Satuan Tugas (Satgas) TMMD dari Batalyon Infanteri 406/Chandra Kusuma tampak bekerja bersama warga. Mereka membangun jalan rabat beton serta merehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH).
Salah satu prajurit yang terlibat aktif adalah Serda Jonathan. Lulusan Secaba PK Tahun 2025 itu terlihat sigap memanggul semen, mengaduk material, hingga membantu proses pengecoran. Di bawah terik matahari, ia bekerja tanpa canggung, menyatu dengan masyarakat desa.
Bagi Serda Jonathan, keterlibatan dalam TMMD bukan sekadar tugas rutin, melainkan bagian dari pengabdian nyata kepada rakyat. Ia menegaskan bahwa peran prajurit tidak hanya terbatas pada fungsi pertahanan negara.
“Sebagai prajurit, kami memang dilatih untuk menghadapi berbagai kemungkinan di medan tugas. Namun membantu masyarakat juga merupakan bagian penting dari tanggung jawab kami. Melalui TMMD, kami ingin hadir dan memberikan manfaat langsung,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.
Program TMMD sendiri merupakan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Sasaran kegiatan meliputi pembangunan fisik seperti jalan dan perbaikan rumah, serta kegiatan nonfisik berupa penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat.
Di Desa Cikuya, pembangunan jalan rabat beton diharapkan dapat memperlancar akses transportasi warga, terutama untuk aktivitas ekonomi dan pendidikan. Sementara rehabilitasi RTLH ditujukan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat yang sebelumnya belum layak.
Kehadiran prajurit di tengah masyarakat disambut positif warga setempat. Semangat gotong royong terlihat selama proses pengerjaan. Warga bersama personel TNI bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan sesuai target waktu yang telah ditentukan.
Serda Jonathan mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat. Ia merasa bangga bisa menjadi bagian dari Satgas TMMD ke-127, terlebih ini merupakan salah satu pengalaman awalnya setelah resmi bergabung dengan satuan pada tahun 2025.
“Semangat kebersamaan warga luar biasa. Kami bekerja bersama tanpa sekat. Itu yang membuat kami semakin termotivasi untuk menyelesaikan tugas dengan maksimal,” katanya.
Kegiatan TMMD juga menjadi sarana mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat. Interaksi yang terjalin selama proses pembangunan dinilai mampu memperkuat hubungan emosional antara aparat dan masyarakat.
Dari medan latihan militer menuju lokasi pembangunan desa, peran prajurit kembali menunjukkan dimensi yang lebih luas. Pengabdian kepada bangsa tidak hanya diwujudkan melalui kesiapsiagaan pertahanan, tetapi juga lewat kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Melalui program TMMD ke-127, TNI berupaya memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menyentuh desa-desa yang membutuhkan percepatan infrastruktur. Di Desa Cikuya, kerja keras prajurit dan warga menjadi bukti bahwa kolaborasi dapat menghasilkan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Seragam loreng di tengah adukan semen menjadi simbol bahwa tugas prajurit tidak semata menjaga kedaulatan, tetapi juga hadir membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat.***

