Maka dari itu, personel lalu lintas juga aktif menggelar edukasi di sekolah, komunitas, bahkan lewat media sosial.
Di beberapa titik operasi, petugas nampak terlihat memberikan brosur keselamatan, menjelaskan langsung kepada pelanggar dan mengajak anak-anak dibonceng untuk ikut memahami pentingnya memakai helm.
Operasi ini akan terus berlangsung hingga 27 Juli. Namun lebih dari itu, harapan Polres Tegal adalah agar semangat tertib berlalu lintas tak berhenti ketika operasi berakhir.
“Kami ingin masyarakat menjadi pelopor keselamatan. Jalan yang aman adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas AKP Bharatungga.
Karena pada akhirnya, setiap perjalanan yang aman selalu dimulai satu keputusan patuh dan peduli, bukan hanya pada aturan, tetapi pada sesama pengguna jalan.***
Tim Redaksi

