Dampak Ekonomi: Petani dan UMKM Ikut Tumbuh
Program MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan anak. Program ini juga menggerakkan ekonomi lokal.
MBG menciptakan rantai pasok baru yang menyerap produk pangan lokal secara masif. Petani dan UMKM mendapat pasar berkelanjutan.
“MBG menjadi katalis ekonomi dengan manfaat ganda,” ujar Dadan. “Anak mendapat asupan sehat, sambil memberdayakan petani dan UMKM untuk memperkuat ekonomi desa.”
Pengakuan Internasional
Program MBG merupakan bagian strategi pemerintah membangun SDM unggul. Caranya melalui revolusi gizi sekolah yang inklusif dan berkelanjutan.
UNICEF dan WFP mengapresiasi inisiatif ini. Mereka menyebutnya sebagai salah satu program pemberian makan terbesar di dunia.
Sejak diluncurkan Januari 2025, MBG menyasar jutaan anak sekolah di seluruh Indonesia. Targetnya mendukung tumbuh kembang anak dan mempersiapkan mereka menghadapi visi Indonesia Emas 2045.
Kesaksian Langsung dari Penerima Manfaat
Dalam acara peluncuran, hadir dua siswa penerima manfaat MBG. Kasim dari Raja Ampat dan Almira dari Garut memberikan kesaksian mereka.
Keduanya menceritakan perubahan positif yang mereka rasakan. Setelah menerima makanan bergizi rutin di sekolah, mereka lebih bersemangat belajar.
Strategi Kampanye ke Depan
Kampanye “Makan Bergizi Hak Anak Indonesia” akan disebarluaskan melalui berbagai kanal. BGN akan menggunakan konten kreatif, cerita lapangan, dan analisis publik terkait pelaksanaan MBG.
Tujuannya meningkatkan literasi gizi masyarakat. Selain itu, kampanye ini ingin memperkuat persepsi positif terhadap program.

