IKLAN
News

Jalan Rusak Taraban–Pagojengan Brebes Dikeluhkan Warga, Pemkab Brebes Didesak Segera Bertindak

Avatar photo
×

Jalan Rusak Taraban–Pagojengan Brebes Dikeluhkan Warga, Pemkab Brebes Didesak Segera Bertindak

Sebarkan artikel ini
Kondisi ruas jalan poros Taraban-Pagojengan dalam kondisi rusak parah. Foto: Portal Pantura/Andi Yasir.
Kondisi ruas jalan poros Taraban-Pagojengan dalam kondisi rusak parah. Foto: Portal Pantura/Andi Yasir.

Portal Pantura, – Kerusakan jalan poros penghubung Desa Taraban, Pagojengan, dan Jatisawit di Kabupaten , Jawa Tengah, menuai keluhan dari warga dan organisasi masyarakat. Akses vital ini rusak parah namun belum mendapat penanganan memadai dari pemerintah daerah.

Jalan sepanjang satu kilometer dengan lebar sekitar tiga meter itu terletak di wilayah Kecamatan dan Bumiayu. Kini, sekitar 50 persen dari permukaannya rusak berat. Lubang besar tersebar di berbagai titik, sementara air yang menggenang saat musim hujan memperburuk kondisi jalan. Pada malam hari, jalan ini sangat berbahaya karena minim penerangan.

IKLAN

Padahal, jalur tersebut menjadi salah satu akses utama bagi masyarakat. Selain menghubungkan tiga desa, jalan ini juga menjadi jalur alternatif jika lalu lintas di jalan nasional tersendat. Warga, pelaku usaha lokal, hingga pengangkut hasil pertanian menggunakan jalan ini untuk kegiatan ekonomi sehari-hari. Pasar Grengseng menjadi tujuan utama distribusi hasil pertanian dari kawasan tersebut.

Kepala Desa: Sudah Koordinasi, Tapi Belum Ada Tindakan

Kepala Desa Taraban, Uma Farida, menyatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan kondisi ini ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum wilayah Bumiayu. Namun, sejauh ini belum ada langkah nyata dari instansi terkait.

“Kami sudah koordinasi dan minta agar segera ditangani. Ini jalan utama warga. Jangan sampai harus menunggu ada korban dulu baru diperbaiki,” kata Uma Farida, Selasa 17 Juni 2025.

Ia juga menyebutkan bahwa jalan ini kerap dilalui pelajar, pedagang, dan kendaraan hasil panen warga. “Kami tidak ingin menunggu kerusakan lebih parah atau kecelakaan baru ada perbaikan,” ujarnya.

Ormas Turut Bersikap, Kritik Pemerintah Daerah

Kritik tajam datang dari Ormas Pemuda Pancasila (PP) Ranting Taraban. Perwakilan mereka, Yasir Andi, menyatakan keprihatinan atas kerusakan jalan yang terus dibiarkan.

“Jalan ini penting untuk ekonomi masyarakat. Setiap hari dipakai pelaku usaha dan petani. Tapi pemerintah seolah tutup mata,” ujar Yasir.

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak berdampak langsung pada perekonomian warga. Biaya transportasi meningkat, pengiriman hasil tani terhambat, dan keselamatan pengguna jalan terancam, terutama pada malam hari.

“Kalau dibiarkan terus, warga bisa-bisa gotong royong sendiri untuk memperbaiki. Tapi ini seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah,” tegasnya.

Yasir juga mengingatkan bahwa perbaikan infrastruktur bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga menyangkut keselamatan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Jalan ini tidak boleh diabaikan. Pemkab dan Dinas PU harus segera turun tangan. Jangan tunggu viral atau muncul korban jiwa baru bergerak,” katanya.

Desakan untuk Aksi Nyata

Warga berharap pemerintah segera merespons keluhan ini dengan tindakan konkret. Mereka meminta perbaikan jalan dilakukan dalam waktu dekat agar aktivitas masyarakat tidak semakin terganggu.

Pemerintah daerah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, diminta untuk turun langsung meninjau kondisi jalan dan memprioritaskan perbaikannya dalam program infrastruktur daerah.

Kerusakan jalan yang terjadi di Taraban–Pagojengan menjadi contoh nyata pentingnya respons cepat dari pemerintah terhadap infrastruktur dasar. Ketika akses warga terganggu, roda ekonomi pun ikut terhambat. Sudah saatnya pemerintah bertindak, bukan hanya mencatat.***

Tim Redaksi

Portal Pantura
Reporter Portal Pantura
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura