IKLAN
News

Jeneponto Belajar ke Brebes: Strategi Jitu Tekan Stunting dari 38% hingga 12%

Avatar photo
×

Jeneponto Belajar ke Brebes: Strategi Jitu Tekan Stunting dari 38% hingga 12%

Sebarkan artikel ini

Portal Pantura, Brebes – Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, mengirim delegasi ke Brebes untuk mempelajari strategi penurunan stunting. Kunjungan kerja ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar.

Rombongan diterima Wakil Bupati Brebes, Wurja, di Pendopo Kabupaten Brebes, Rabu (15/10/2025). Pertemuan ini menjadi ajang berbagi pengalaman dalam percepatan penurunan stunting.

Brebes Berhasil Turunkan Stunting Drastis

IKLAN

Wurja menyampaikan, kunjungan ini sangat penting untuk memperkuat kerja sama antardaerah. “Selain mempererat silaturahmi, ini juga wadah berbagi praktik baik dalam percepatan penurunan stunting,” ujarnya.

Ia memaparkan capaian Brebes yang patut diapresiasi. Prevalensi balita stunting berhasil diturunkan dari 38,53 persen pada 2018 menjadi 12,61 persen pada 2024.

Persentase keluarga berisiko stunting juga menurun signifikan. Dari 57,74 persen pada 2022 menjadi 20,47 persen pada 2024.

“Walaupun tren menurun, perjuangan belum selesai. Tantangan masih ada untuk memastikan intervensi tepat sasaran dan data akurat,” tegasnya.

Kunci Sukses: Intervensi Gizi Terpadu

Menurut Wurja, pencegahan stunting butuh intervensi gizi terpadu. Ada dua jenis intervensi yang diterapkan.

Pertama, intervensi spesifik yang fokus pada kelompok rentan. Sasarannya adalah ibu hamil, balita, dan remaja putri.

Kedua, intervensi sensitif yang melibatkan sektor di luar kesehatan. Ini mencakup penyediaan air bersih, sanitasi, ketahanan pangan, perbaikan lingkungan, hingga perlindungan sosial.

Wurja berharap knowledge sharing seperti ini bisa memperkuat jejaring kerja sama lintas wilayah. “Semoga lahir semangat baru dan komitmen bersama untuk generasi lebih sehat dan cerdas,” pungkasnya.

Jeneponto Hadapi Tantangan Stunting 31 Persen

Islam Iskandar mengucapkan terima kasih atas sambutan Pemkab Brebes. Ia sempat memperkenalkan Jeneponto sebagai daerah pesisir dengan garis pantai 114 kilometer.

Dengan gaya santai, ia menyebut keunikan kuliner daerahnya. “Jeneponto punya kuliner khas daging kuda. Di Sulsel hanya Jeneponto yang punya. Kalau Pak Wakil Bupati berkunjung, kami siap menyajikan kuliner terbaik,” katanya.

Di balik suasana akrab, Islam Iskandar menyoroti kondisi serius di daerahnya. Prevalensi stunting Jeneponto masih 31 persen. Angka ini menempatkan Jeneponto dalam zona merah di Sulawesi Selatan.

“Kami datang ke Brebes untuk belajar. Kami ingin tahu bagaimana Brebes turunkan stunting dari 48 persen hingga 23 persen,” jelasnya.

Siap Terapkan Metode ATM

Islam Iskandar mengapresiasi kolaborasi lintas sektor di Brebes. Keterlibatan swasta dan pemangku kepentingan dinilai sangat mendukung program penurunan stunting.

Ia berharap pola serupa bisa diterapkan di Jeneponto. Caranya dengan prinsip Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) sesuai kondisi lokal.

“Hasil kunjungan ini diharapkan jadi inspirasi untuk diterapkan di Jeneponto,” tambahnya.

Turut hadir sebagai narasumber Kepala Bapperlitbangda Kabupaten Brebes, Apriyanto Sudarmoko, dan Kepala BKBPP Kabupaten Brebes, Ahmad Ma’mun. Beberapa kepala OPD terkait juga mendampingi acara ini.

Kunjungan kerja ini menunjukkan komitmen daerah dalam mewujudkan generasi Indonesia sehat dan bebas stunting. Kolaborasi dan berbagi pengalaman antar daerah menjadi kunci percepatan penurunan stunting di Indonesia.***

Tim Redaksi

Yudhi P
Reporter Yudhi P
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura