Portal Pantura – Slawi lagi siaga. Puncak musim hujan diprediksi masih bakal “ngetap” sampai pertengahan Maret, dan Pemerintah Kabupaten Tegal tidak ingin kecolongan.
Di Ruang Rapat Sekda, Rabu (18/02/2026), rapat koordinasi mitigasi bencana digelar dengan vibe serius tapi sat-set.
Langsung dipimpin Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, agenda utamanya jelas jangan sampai banjir dan longsor bikin warga kelabakan.
Dilansir dari siaran resmi Humas Pemkab Tegal, menurut Ischak, biang kerok banjir di beberapa titik itu klasik tapi krusial sedimentasi sungai dan jembatan yang makin menyempit. Air hujan deras? Ya jelas meluap.
“Kita nggak bisa nunggu lama. Ini darurat. Normalisasi harus segera jalan. Datangkan alat berat satu-dua hari ke depan, pakai BTT atau mekanisme lain, yang penting gerak!” tegasnya.
Pesannya simpel yaitu urusan kewenangan bisa dibahas belakangan, keselamatan warga nomor satu.
Tidak sampai soal sungai saja, Bupati juga wanti-wanti soal huntara yakni hunian sementara buat warga terdampak tanah bergerak. Baik yang komunal maupun mandiri, semua harus terdata. Jangan sampai ada yang luput.
“Segera inventarisasi. Pastikan semua yang terdampak dapat perhatian,” ujar Ischak Maulana Rohman.
Di sisi teknis, Kepala BPBD Kabupaten Tegal, Muhammad Afifudin, melaporkan beberapa titik rawan seperti Sidaharja dan Jembatan Cenang masih diverifikasi.
Program Jembatan Merah Putih juga ikut jadi perhatian, termasuk rencana pengajuan BTT buat sewa alat berat.

