TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Kades Pagojengan Ingatkan Ketua RT Baru: Jabatan Adalah Amanah, Bukan Sekadar Tugas

×

Kades Pagojengan Ingatkan Ketua RT Baru: Jabatan Adalah Amanah, Bukan Sekadar Tugas

Sebarkan artikel ini
Kades Pagojengan Ingatkan Ketua RT Baru: Jabatan Adalah Amanah, Bukan Sekadar Tugas
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Kepala Desa Pagojengan Suid Ama menegaskan peran ketua RT dan RW bukan sekadar jabatan. Ia berpesan agar pengurus baru periode 2025-2030 bekerja dengan sabar, inovatif, dan melayani masyarakat sepenuh hati.

Pagojengan Resmi Tetapkan Pengurus RT dan RW Baru

Pemerintah Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, , resmi mengesahkan kepengurusan RT dan RW masa bakti 2025–2030. Acara pengesahan berlangsung di Pendopo Desa Pagojengan, Senin (29/9/2025), dan dihadiri puluhan pengurus RT/RW, tokoh masyarakat, serta pejabat kecamatan.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Pagojengan, Suid Ama, menekankan pentingnya peran ketua RT dan RW sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Ia menyebut jabatan ini tidak mudah karena bersinggungan langsung dengan warga setiap hari.

41 RT dan RW, 20 Pengurus Baru

iklan

Desa Pagojengan saat ini memiliki 41 RT dan RW aktif. Dari jumlah tersebut, 20 orang di antaranya merupakan pengurus baru yang baru saja ditetapkan untuk periode lima tahun ke depan.

Menurut Suid, pengurus RT dan RW memiliki peran vital dalam memastikan roda pemerintahan desa berjalan lancar. Mereka menjadi jembatan utama antara masyarakat dengan pemerintah desa, termasuk dalam penyampaian aspirasi dan program pembangunan.

“Tentu selama menjadi ketua RT banyak suka dan duka,” ujar Suid yang mengaku pernah menjabat sebagai ketua RT selama 25 tahun.

Ia menyampaikan terima kasih kepada para pengurus lama atas dedikasi mereka selama ini. Pengurus lama dinilai telah membantu pemerintah desa dalam menjaga kondusifitas lingkungan serta menjalankan berbagai program sosial.

“Kepada pengurus baru mohon kerja samanya,” tambahnya. Ia berpesan agar para pengurus baru mengedepankan kesabaran dan ketulusan hati dalam melayani masyarakat.

Amanah yang Harus Dijaga

Dalam sambutannya, Suid mengingatkan bahwa menjadi ketua RT atau RW bukan hanya sekadar jabatan administratif. Tugas ini merupakan bentuk pengabdian yang membutuhkan keteguhan hati, komunikasi yang baik, serta inovasi dalam membangun lingkungan.

Ia mendorong agar para pengurus baru bekerja sama membangun lingkungan masing-masing. Kolaborasi antara RT, RW, dan perangkat desa diharapkan mampu menciptakan pelayanan publik yang lebih cepat dan responsif.

Camat Suripudin: Jabatan RT Harus Diniatkan Sebagai Ibadah

Camat Paguyangan, Suripudin, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengingatkan pentingnya niat yang benar dalam menjalankan tugas. Ia menekankan bahwa jabatan RT dan RW harus diniatkan sebagai ibadah, bukan semata mencari keuntungan pribadi.

“Jangan berorientasi pada gaji,” ujar Suripudin. Ia juga meminta pengurus baru untuk tidak menyalahgunakan jabatan. Menurutnya, kepercayaan masyarakat harus dijaga dengan integritas dan pelayanan yang baik.

Suripudin menambahkan bahwa RT dan RW harus memahami kondisi warganya. Untuk itu, para pengurus diminta rutin mencatat data dan keadaan masyarakat di lingkungan masing-masing. Pendataan ini penting untuk memudahkan program bantuan, kesehatan, serta penanganan masalah sosial.

Dorongan untuk Berinovasi

Selain menjalankan tugas administrasi, RT dan RW juga didorong untuk berinovasi. Suripudin menilai inovasi di tingkat lingkungan bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Misalnya, melalui program kebersihan, pengelolaan sampah, kegiatan sosial, atau pengembangan ekonomi kreatif warga.

“RT juga diharapkan bisa berinovasi di lingkungan masing-masing,” ujarnya. Ia percaya dengan semangat baru, pengurus RT/RW periode 2025–2030 dapat membawa perubahan positif di Desa Pagojengan.

Warga Harapkan Pelayanan Lebih Baik

Sejumlah warga yang hadir dalam acara pengesahan menyambut baik pesan dari Kades dan Camat tersebut. Mereka berharap pengurus baru lebih tanggap terhadap keluhan masyarakat serta mampu menghadirkan solusi nyata untuk berbagai persoalan lingkungan.

“Semoga ketua RT baru lebih dekat dengan warga dan bisa membantu program pembangunan desa,” kata Siti, warga Pagojengan.

Harapan serupa juga disampaikan oleh sejumlah tokoh pemuda. Mereka menginginkan pengurus RT/RW baru membuka ruang komunikasi lebih luas, terutama bagi generasi muda yang ingin berkontribusi dalam pembangunan lingkungan.

Pemerintah Desa Siap Mendukung

Suid Ama memastikan pemerintah desa siap mendukung program yang digagas RT dan RW. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa dan pengurus lingkungan menjadi kunci keberhasilan pembangunan di tingkat akar rumput.

“Kami di pemerintah desa akan selalu mendukung program positif dari RT dan RW,” ujarnya. Dengan dukungan tersebut, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih bersih, aman, dan sejahtera.

Tantangan ke Depan

Meski begitu, tantangan ke depan tak ringan. Perubahan sosial dan ekonomi di desa memerlukan peran RT dan RW yang adaptif serta kreatif. Mereka harus mampu mengantisipasi persoalan baru, seperti urbanisasi, pengelolaan sampah, hingga keamanan lingkungan.

Suid berharap dengan semangat baru, kepengurusan RT dan RW periode 2025–2030 mampu menjawab tantangan tersebut. Ia optimistis sinergi antara pengurus, warga, dan pemerintah desa akan mempercepat pembangunan Pagojengan.***

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P