Portal Pantura, Brebes – Para peternak di Desa Karangjongkeng, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, mendapat suntikan semangat baru. Selasa, 29 Juli 2025, mereka mengikuti sosialisasi peternakan yang digelar Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes.
Bertempat di balai desa, kegiatan ini tak sekadar sosialisasi biasa. Ini merupakan bagian dari program non-fisik TMMD Sengkuyung III Tahun 2025. Harapannya, Desa Karangjongkeng bisa naik kelas. Bukan cuma desa biasa, tapi desa penghasil sapi.
Kepala Desa Karangjongkeng, Mayor Inf. (Purn) H. Abdul Mukhit, SH, menegaskan komitmennya. Ia menyebut desa yang dipimpinnya punya potensi besar di bidang peternakan. Bahkan, pihaknya sudah punya visi ke depan.
“Karangjongkeng akan kami proyeksikan jadi desa produksi sapi. Kalau bisa, jadi ikon ternak sapi di Brebes,” ujarnya usai acara.
Data sementara menunjukkan, ada sekitar 30 peternak aktif di desa ini. Total populasi sapi di Karangjongkeng diperkirakan mencapai 160 ekor. Angka ini cukup menjanjikan untuk skala desa.
Untuk mendukung rencana besar ini, pemerintah desa juga telah menyiapkan langkah konkret. Salah satunya, mendirikan kandang kolektif yang dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Kandang tersebut akan menjadi pusat pengelolaan sapi, mulai dari pembibitan, penggemukan, hingga distribusi. Program ini sejalan dengan kebijakan nasional, di mana 20 persen Dana Desa diarahkan untuk ketahanan pangan.
“Kami ingin program ini bukan sekadar wacana. Harus berdampak langsung ke masyarakat,” tegas Abdul Mukhit.
Dalam sesi sosialisasi, para peternak dibekali ilmu dasar hingga lanjutan soal beternak sapi. Materinya meliputi manajemen peternakan, teknik pengolahan pakan, program kawin suntik (inseminasi buatan), hingga strategi pengembangan usaha.

Salah satu peserta sosialisasi, Khamin, mengaku senang dan bersyukur bisa ikut kegiatan ini.
“Awalnya saya cuma asal kasih makan, asal rawat. Sekarang jadi tahu cara ngelola yang benar, termasuk soal pakan dan perawatan,” tuturnya dengan senyum.
Ia berharap kegiatan semacam ini bisa rutin digelar. Tak hanya untuk meningkatkan pengetahuan, tapi juga membuka akses pasar dan modal usaha.
Sementara itu, pihak Dinas Peternakan menyampaikan dukungannya terhadap rencana desa. Menurut mereka, Karangjongkeng punya modal sosial dan sumber daya yang cukup kuat.
“Kuncinya ada di kolaborasi. Kalau peternak, pemerintah desa, dan dinas saling dukung, mimpi jadi desa sentra sapi bukan hal mustahil,” ujar salah satu narasumber dari dinas.
Rencana besar Karangjongkeng ini juga diharapkan menjadi model bagi desa lain. Dengan pendekatan berbasis komunitas dan pengelolaan terintegrasi, program ketahanan pangan bisa berjalan lebih efektif.
Bukan tidak mungkin, dalam waktu dekat nama Karangjongkeng akan identik dengan sapi berkualitas. Sebuah langkah kecil yang bisa memberi dampak besar, terutama bagi kesejahteraan peternak lokal.***

