Portal Pantura – Hujan deras memang kerap mengguyur wilayah Bumiayu, Kabupaten Brebes. Namun, bukan udara dingin yang terasa di SMP Negeri 1 Bumiayu. Justru suasana panas yang menguat, menyusul polemik penolakan terhadap pejabat pelaksana tugas kepala sekolah yang baru.
Beginilah kondisi SMP Negeri 1 Bumiayu. Di berbagai sudut, spanduk penolakan terbentang. Isinya, menolak penunjukan Ina Purnamasari sebagai Pelaksana Tugas Kepala Sekolah.
Penolakan datang dari berbagai pihak. Alumni lintas angkatan, wali murid, hingga sebagian kecil siswa yang ikut-ikutan menyuarakan keberatan. Padahal, siswa seharusnya fokus belajar, bukan terlibat dalam pusaran konflik internal sekolah.
Komite SMP Negeri 1 Bumiayu, Imam Santoso menegaskan bahwa komite sekolah tak memiliki kewenangan menentukan siapa yang memimpin sekolah.
Ketua Komisi 4 DPRD Brebes, FERRY ANGGIRYANTOturun menindaklanjuti. Permasalahan ini tidak boleh dibiarkan. Harus ada penyelesaian agar proses belajar-mengajar tidak terganggu.
Hingga kini, polemik penolakan Plt Kepala Sekolah masih bergulir. DPRD Brebes berjanji mengawal kasus ini, sementara masyarakat menunggu keputusan yang menenangkan semua pihak.
Kisruh di SMP Negeri 1 Bumiayu menjadi pengingat bahwa dinamika pendidikan tidak hanya bicara tentang proses belajar, tetapi juga manajemen dan kepercayaan. Semoga penyelesaiannya mengedepankan kepentingan siswa.***

