“Kami ingin mengajak lebih banyak pihak untuk tidak hanya simpati dari jauh, tapi benar-benar hadir di tengah mereka,” tambah Wartono.
Gelombang bantuan terus mengalir ke Desa Mendala dari berbagai komunitas, organisasi, dan pemerintah daerah. Namun, kebutuhan di lapangan masih cukup besar, terutama dalam penyediaan fasilitas kesehatan, sanitasi, dan tempat tinggal yang lebih layak.
Dalam situasi yang penuh tantangan ini, harmoni kebaikan dari berbagai penjuru menjadi pengingat bahwa dalam setiap bencana, ada pula kekuatan solidaritas yang tumbuh. Kehadiran KPB di Desa Mendala menjadi bukti bahwa aksi kecil, bila dilakukan dengan tulus, mampu memberi arti besar bagi mereka yang membutuhkan.
Semangat kebersamaan ini diharapkan terus bergema, hingga para korban tanah bergerak bisa kembali menata kehidupan mereka dengan lebih baik.***
Tim Redaksi
