Portal Pantura – Di tengah udara sejuk dan hamparan hijau di perbukitan Desa Kalibakung, sebuah peristiwa penting berlangsung di aula sederhana Kantor Desa Kamis siang 15 Mei 2025 warga berkumpul dengan wajah-wajah penuh harap.
Mereka hadir tak sekadar hadir untuk rapat desa biasa tapi menyaksikan momen lahirnya harapan baru yakni Koperasi Desa Merah Putih.
Duduk berjejer rapi di kursi plastik, para tokoh masyarakat, ibu-ibu PKK, pemuda desa, hingga perwakilan dari kecamatan tampak antusias mengikuti Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) di Kalibakung Tegal.
Di barisan depan, nampak Kepala Desa Kalibakung Tegal, Mujiono yang sesekali tersenyum sembari mencatat.
Hari itu, Kamis 15 Mei 2025, ia bukan hanya seorang pemimpin administratif, tetapi penasehat bagi sebuah gerakan ekonomi rakyat yang digagas dari akar rumput.
“Dengan koperasi ini, kami ingin semua masyarakat tidak lagi bergantung pada tengkulak atau rentenir,” ujarnya dengan mata berbinar.
“Kami ingin semua hasil pertanian dan perikanan, hingga kerajinan lokal bisa dikelola, dinikmati sendiri oleh semua warga”.
Koperasi Desa Merah Putih tidak datang dengan janji kosong. Ia membawa satu rencana besar dan konkret.
Nur Yasin, yang terpilih sebagai ketua koperasi, menyampaikan koperasi ini akan membangun banyak unit usaha, dari gerai sembako, gerai obat, bengkel, hingga cold storage untuk menyimpan hasil panen dan ikan segar.
Salah satu yang cukup inovatif adalah pendirian unit Pamsimas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat.
Bagi warga desa yang mengandalkan sumber air alami tanpa adanya sistem pengelolaan ini seperti napas baru.
“Air bersih dan sanitasi layak bukan sekadar kebutuhan fisik, tapi juga harga diri masyarakat desa,” ujar Nur Yasin dalam pidatonya.
Tak hanya itu, koperasi juga merancang unit usaha teknologi informasi, sesuatu yang dulu terdengar asing di desa ini.
Nantinya, warga akan dilatih dalam bidang digital, mulai dari penggunaan internet, pengelolaan data, hingga juga pengembangan perangkat lunak.
“Kami ingin anak-anak muda di Desa Kalibakung Kecamatan Balapulang Tegal punya masa depan, tanpa harus pergi ke kota,” kata Mujiono.
Apresiasi pun disambut ceria warga da di sudut aula, ibu-ibu tersenyum kala mendengar penjelasan tentang unit usaha kerajinan dan simpan pinjam.
Sebagian dari mereka selama ini yang membuat anyaman atau makanan ringan, namun kesulitan menjual dan mengembangkan produksinya.
Koperasi ini menjanjikan ruang baru bagi karya-karya lokal itu agar tak lagi tersimpan di dalam lemari.
Yang membuat rencana ini semakin istimewa adalah semangat gotong royong yang mendasarinya.
“Koperasi ini bukan milik pemerintah, bukan milik kepala desa. Ini milik kita semua,” tegas Mujiono, disambut tepuk tangan hadirin.
Hari itu, Desa Kalibakung Kecamatan Balapulang seperti membalik halaman baru.
Bukan sekadar membentuk koperasi, tetapi membangun harapan bersama. Dari sawah, kebun, bengkel, hingga klinik desa, semuanya akan bergerak dalam satu irama, menyejahterakan warga melalui kekuatan kolektif.
Di Kalibakung, merah putih bukan hanya bendera ia kini menjelma jadi semangat mandiri yang tumbuh dari desa.***
Tim Redaksi
