Portal Pantura, Brebes – Puluhan siswa SMA Nurul Huda NU Paguyangan, Brebes, mengikuti sosialisasi kesehatan reproduksi remaja yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Peradaban Desa Cilibur, Kamis (12/2/2026). Program ini bertujuan membekali generasi muda dengan pengetahuan tentang pubertas, batasan pergaulan, dan pencegahan penyakit menular seksual.
Sosialisasi dilaksanakan sebagai respons atas kebutuhan mendesak edukasi seksual di kalangan pelajar. Masa remaja yang penuh perubahan fisik dan emosional kerap membuat siswa rentan terhadap informasi keliru tentang kesehatan reproduksi.
Materi Komprehensif dari Pubertas hingga PMS
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut menyajikan empat materi utama. Pertama, pengenalan fase pubertas dan cara menghadapi perubahan tubuh yang terjadi. Kedua, edukasi tentang penyakit menular seksual (PMS) beserta cara pencegahannya.
Materi ketiga membahas pentingnya memahami batasan diri dalam pergaulan, terutama di era media sosial yang membuka akses informasi tanpa filter. Terakhir, tim KKN menjelaskan praktik menjaga kesehatan reproduksi secara medis dan sesuai nilai-nilai moral.
Seluruh materi dikemas dengan pendekatan komunikatif yang disesuaikan dengan psikologi remaja. Metode penyampaian menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami siswa tingkat SMA.
Antusiasme Tinggi, Siswa Aktif Bertanya
Peserta sosialisasi menunjukkan ketertarikan signifikan terhadap topik yang diangkat. Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dengan banyak siswa mengajukan pertanyaan seputar perubahan yang mereka alami.
Beberapa pertanyaan yang muncul berkisar pada cara menghadapi perubahan emosi saat pubertas, strategi menolak ajakan negatif dari teman sebaya, hingga mitos dan fakta seputar kesehatan reproduksi yang beredar di media sosial.
Interaksi dua arah antara narasumber dan peserta menunjukkan bahwa remaja sebenarnya memiliki rasa ingin tahu besar tentang kesehatan reproduksi, namun seringkali tidak menemukan wadah yang tepat untuk mendapatkan informasi akurat.
Harapan Terbentuknya Generasi Bertanggung Jawab
Program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN Universitas Peradaban Kelompok 9 memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya generasi muda di Desa Cilibur.
Tim pelaksana berharap sosialisasi ini tidak hanya menambah pengetahuan kognitif siswa, tetapi juga membentuk kesadaran untuk bertindak bertanggung jawab. Pemahaman yang benar tentang tubuh dan kesehatan reproduksi diharapkan dapat menjadi benteng pertahanan siswa dari perilaku berisiko.
Edukasi kesehatan reproduksi di sekolah dinilai krusial mengingat masih minimnya kurikulum yang membahas topik ini secara komprehensif. Padahal, informasi yang tepat dapat mencegah remaja dari kesalahpahaman yang berujung pada masalah kesehatan maupun sosial.
Ke depan, diharapkan program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan instansi terkait, sehingga edukasi kesehatan reproduksi menjadi bagian integral dari pembentukan karakter remaja Indonesia.***
(Penulis: Ifa Rifqia, Mahasiswa KKN Universitas Peradaban Kelompok 9 Desa Cilibur)

