TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Mahasiswa KKN UNS Latih Ibu-ibu PKK Desa Adiraja Buat Minyak Angin dari Bahan Alami

×

Mahasiswa KKN UNS Latih Ibu-ibu PKK Desa Adiraja Buat Minyak Angin dari Bahan Alami

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN UNS Kelompok 21 berfoto bersama peserta pelatihan pembuatan minyak angin di Desa Adiraja. Kegiatan ini memberikan keterampilan baru sekaligus membuka peluang usaha bagi ibu-ibu PKK setempat. (Foto: Dok. KKN UNS)
Mahasiswa KKN UNS Kelompok 21 berfoto bersama peserta pelatihan pembuatan minyak angin di Desa Adiraja. Kegiatan ini memberikan keterampilan baru sekaligus membuka peluang usaha bagi ibu-ibu PKK setempat. (Foto: Dok. KKN UNS)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura – Ibu-ibu PKK Desa Adiraja, Kecamatan Adipala, Cilacap mendapat pelatihan pembuatan minyak angin dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) (). Kegiatan ini diprakarsai oleh Henida Putri dari Kelompok 21 KKN .

Pelatihan menggunakan empat bahan utama. Yakni champora, menthol kristal, minyak gandapura, dan peppermint. Semua bahan mudah didapat di pasaran.

Tingkatkan Keterampilan Produktif

iklan

Program ini memiliki dua sasaran utama. Pertama, meningkatkan keterampilan ibu-ibu dalam mengolah bahan alami. Kedua, membuka peluang usaha berbasis produk kesehatan.

Henida memberikan pendampingan langsung kepada peserta. Dimulai dari pengenalan bahan baku hingga teknik pengemasan yang benar.

“Kami harap ibu-ibu bisa manfaatkan bahan yang mudah diperoleh. Baik untuk kebutuhan keluarga maupun peluang usaha,” kata Henida.

Peserta Dapat Buku Panduan

Setiap peserta menerima buku panduan pembuatan minyak angin. Buku disusun dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami.

Panduan ini menjadi referensi untuk produksi mandiri di rumah. Ibu-ibu bisa mengulang praktik tanpa pendampingan.

Materi pelatihan mencakup tiga tahap. Pertama, pengenalan karakteristik bahan. Kedua, proses pencampuran dengan takaran tepat. Ketiga, teknik pengemasan agar produk awet.

Antusiasme Tinggi dari Peserta

Ibu-ibu PKK menunjukkan respons positif terhadap program ini. Mereka aktif bertanya selama sesi berlangsung.

Pertanyaan berkisar pada teknik produksi dan cara penyimpanan. Tujuannya agar kualitas produk tetap terjaga dalam jangka panjang.

Peserta juga menanyakan peluang pemasaran produk. Beberapa sudah merencanakan produksi skala rumahan.

Apresiasi Kepala Desa

Kepala Desa Adiraja, Sugiartono, mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN . Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga.

“Kegiatan ini menambah wawasan dan keterampilan kami. Semoga bisa dikembangkan jadi usaha bersama,” ujar Sugiartono.

Pihak desa berkomitmen mendukung pengembangan usaha minyak angin. Termasuk memfasilitasi akses pemasaran jika produksi sudah stabil.

Dorong Berbasis Potensi Lokal

Program ini bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat desa. Mahasiswa KKN Kelompok 21 fokus pada produktif berbasis sumber daya lokal.

Minyak angin dipilih karena permintaan pasar cukup tinggi. Produk ini juga tidak memerlukan modal besar untuk memulai.

Selain aspek , program ini mengajarkan kemandirian. Ibu-ibu bisa memproduksi kebutuhan rumah tangga sendiri.

Rencana Keberlanjutan Program

Henida menyatakan program ini bukan kegiatan sekali jalan. Ada rencana monitoring pasca-pelatihan.

Tim KKN akan memantau perkembangan produksi ibu-ibu PKK. Jika diperlukan, akan ada pelatihan lanjutan untuk pemasaran produk.

Beberapa ibu sudah menyatakan minat membentuk kelompok usaha. Mereka berencana produksi bersama dengan sistem bagi hasil.

Program KKN UNS di Desa Adiraja menunjukkan peran strategis perguruan tinggi. Tidak hanya transfer pengetahuan, tapi juga pemberdayaan riil.

Dengan pelatihan sederhana namun aplikatif, masyarakat mendapat keterampilan baru. Keterampilan ini berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.***

  • Penulis: Hanida Putri Salsabila (Mahasiswa KKN UNS)
  • Editor: Yudhi P
Tim Portal Pantura

Terbaru dari Tim Portal Pantura