IKLAN
News

Maulid Nabi di Siroyom Desa Mlayang, Ribuan Warga Padati Lapangan untuk Dengarkan Tausiyah Gus Ulin Nuha

Avatar photo
×

Maulid Nabi di Siroyom Desa Mlayang, Ribuan Warga Padati Lapangan untuk Dengarkan Tausiyah Gus Ulin Nuha

Sebarkan artikel ini

Portal Pantura, – Ribuan jamaah dari berbagai penjuru memadati Lapangan Volly IWASI, Dukuh Siroyom, Desa Mlayang, Kecamatan Sirampog, Kabupaten , Sabtu (13/9/2025). Mereka hadir dalam pengajian umum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang menghadirkan penceramah kondang asal Cilacap, KH. Ulin Nuha atau akrab disapa Gus Ulin.

Suasana religius berpadu dengan keceriaan terasa sejak awal acara. Ribuan pengunjung tampak khidmat mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari pembacaan sholawat hingga tausiyah utama. Penampilan grup hadroh GCS Nurul Qolbi menjadi pembuka yang mampu menggetarkan hati jamaah. Alunan sholawat merdu yang dibawakan kian menyemarakkan suasana siang itu.

IKLAN

Tak hanya lantunan hadroh, beberapa anak-anak perempuan cantik tampil menari sholawat dengan gerakan lincah dan gemulai. Kehadiran mereka menambah daya tarik acara serta membuat jamaah semakin antusias menyimak hingga acara puncak.

Dukungan Warga dan Antusiasme Panitia

Pengajian akbar ini merupakan inisiatif warga Dukuh Siroyom. Ketua Muslimat NU Kecamatan Sirampog, Hj. Umi Royah, menyampaikan apresiasi besar kepada seluruh warga yang telah mendukung sehingga terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa persiapan acara tidaklah singkat.

“Jadwal menghadirkan Gus Ulin Nuha ini sudah diajukan sejak dua tahun lalu. Alhamdulillah, baru tahun ini terlaksana. Kami sangat bersyukur atas dukungan seluruh warga, sehingga pengajian ini berjalan meriah dan penuh keberkahan. Semoga kehadiran Gus Ulin menambah ilmu dan meningkatkan kualitas ibadah kita semua,” ujar Umi Royah.

Kepala Desa Mlayang, Abdul Khafid, juga turut hadir. Ia menyampaikan pesan sederhana namun bermakna kepada warganya. “Ngaji di sini bukan hanya mengaji kitab, tapi juga mengaji diri. Semoga semua warga Mlayang diberikan kesehatan lahir batin dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT,” ungkapnya.

Kehadiran yang Dinanti

Nama besar Gus Ulin Nuha rupanya menjadi magnet tersendiri. Sejak sore, jamaah sudah berdatangan memenuhi lapangan. Sebagian berasal dari desa sekitar, bahkan ada yang datang dari luar wilayah Sirampog hanya untuk mendengar tausiyahnya secara langsung.

Momen yang ditunggu-tunggu pun tiba saat Gus Ulin naik ke atas panggung. Sambutan hangat jamaah membuat suasana semakin haru. Ratusan ponsel terlihat terangkat untuk mengabadikan kehadiran sang penceramah yang dikenal dengan gaya penyampaian yang santun, lugas namun penuh makna.

Salah satu jamaah, Midawati asal Karangpucung, mengaku rela menempuh perjalanan cukup jauh demi bisa menghadiri.

“Saya datang bersama keluarga sejak siang. Rasanya luar biasa bisa langsung mendengar tausiyah Gus Ulin. Suaranya menyejukkan hati, dan pesannya membuat saya ingin lebih memperbaiki ibadah,” tutur Midawati dengan mata berbinar.

Pesan Perdamaian dan Ukhuwah

Dalam tausiyahnya, Gus Ulin menyampaikan pesan yang menekankan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah serta memperbaiki kualitas ibadah. Ia mengingatkan jamaah untuk tidak hanya berfokus pada ritual, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

“Ukhuwah itu bukan hanya sekadar saling menyapa, tapi juga saling menghormati dan menghargai perbedaan. Sholat, puasa, zakat, dan ibadah lainnya hendaknya membuat kita semakin rendah hati, bukan sebaliknya. Mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi ini sebagai momentum memperbaiki amal dan meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW,” tutur Gus Ulin.

Ia juga menekankan pentingnya menanamkan nilai kasih sayang sejak dini kepada anak-anak. Menurutnya, generasi muda perlu dididik dengan ilmu agama yang benar agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia.

Tradisi yang Perlu Dijaga

Peringatan Maulid Nabi di Dukuh Siroyom Desa Mlayang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari tradisi keagamaan yang melekat di masyarakat. Kehadiran ribuan jamaah menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Selain menjadi wadah spiritual, acara ini juga mempererat silaturahmi antarwarga. Suasana guyub terlihat dari partisipasi warga yang terlibat, mulai dari persiapan panggung, konsumsi, hingga pengamanan jalannya acara.

Dengan dukungan penuh masyarakat, acara berlangsung tertib dan aman hingga akhir acara. Jamaah pun pulang membawa kesan mendalam, baik dari tausiyah Gus Ulin maupun pengalaman kebersamaan dalam memperingati hari lahir Rasulullah SAW.
***

Tim Redaksi

Imam Muzaki
Reporter Imam Muzaki
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Imam Muzaki

Terbaru dari Imam Muzaki