Portal Pantura, Brebes – Masa kepemimpinan Eko Saputro sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Brebes periode 2022-2025 resmi berakhir. Kepemimpinan baru diserahkan kepada Abu Bakar Sidik untuk periode 2026-2029.
Pergantian kepemimpinan ini berlangsung dalam Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Brebes di Grand Dian Hotel Bumiayu, Sabtu (31/1/2026).
Permintaan Maaf Eko Saputro
Dalam sambutannya, Eko Saputro meminta maaf atas segala kekurangan selama memimpin.
“Saya pribadi meminta maaf jika ada hal-hal yang tidak berkenan selama menjadi ketua,” kata Eko.
Ia mengakui telah melaksanakan berbagai kegiatan selama kepemimpinannya. Salah satu pencapaian besar adalah penyelenggaraan event Hari Pers Nasional (HPN).
UKW Belum Terlaksana
Namun, Eko mengakui ada program penting yang belum terealisasi. Uji Kompetensi Wartawan (UKW) belum sempat digelar di masa kepemimpinannya.
“Padahal, UKW merupakan keharusan setiap wartawan dalam meningkatkan profesionalitasnya,” ungkap Eko.
Pengurus PWI Jawa Tengah yang hadir dalam konferkab menegaskan pentingnya UKW. Menurutnya, ujian ini menjadi syarat kenaikan status keanggotaan.
“Untuk menjadi anggota biasa harus lulus UKW,” jelasnya.
Saat ini, wartawan yang baru bergabung hanya memiliki status anggota muda. Status anggota biasa baru diperoleh setelah lulus UKW.
Tantangan Ketua Baru
Abu Bakar Sidik yang terpilih memimpin PWI Brebes periode 2026-2029 mengaku mendapat tantangan berat.
“Ini tantangan yang berat karena banyak hal yang perlu dilakukan,” ujar Abu Bakar usai terpilih.
Dia mewarisi sejumlah program yang belum tuntas, termasuk penyelenggaraan UKW. Program ini menjadi salah satu prioritas yang harus segera direalisasikan.
PWI sebagai organisasi wartawan memiliki peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme jurnalis. Keberadaan UKW menjadi instrumen penting untuk memastikan kompetensi anggotanya.
Konferkab PWI Brebes ini dihadiri pengurus PWI Jawa Tengah dan seluruh anggota PWI Brebes. Acara berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh semangat membangun organisasi.***

