Portal Pantura, Brebes – Aktivitas ekonomi warga Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, menunjukkan geliat positif seiring pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Pada Minggu malam (22/2/2026), pasar malam yang digelar rutin di halaman Kantor Desa Cikuya tampak dipadati warga dan personel Satuan Tugas (Satgas) TMMD Reguler ke-127 dari Kodim 0713/Brebes.
Kehadiran para prajurit TNI di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pengerjaan sasaran fisik pembangunan, tetapi juga memperkuat interaksi sosial dengan warga. Selepas menjalankan tugas di lapangan sepanjang hari, sejumlah anggota Satgas memanfaatkan waktu malam untuk berbaur dalam suasana santai pasar malam.
Lapak-lapak sederhana yang menjajakan aneka jajanan tradisional, minuman hangat, hingga mainan anak-anak tampak ramai didatangi pengunjung. Antrean pembeli terlihat di beberapa titik, mencerminkan meningkatnya daya beli masyarakat selama program TMMD berlangsung di desa tersebut.
Salah satu anggota Satgas TMMD mengatakan, momen pasar malam menjadi ruang interaksi yang lebih cair antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, suasana nonformal seperti ini membuka kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat tanpa sekat.
“Setelah bekerja seharian di lokasi pembangunan, malam hari kami manfaatkan untuk bersantai sambil berinteraksi dengan warga. Sambil menikmati jajanan, kami bisa berbincang ringan dan mendengar langsung cerita masyarakat,” ujarnya.
Bagi pedagang kecil dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kondisi ini membawa dampak ekonomi yang cukup terasa. Kehadiran puluhan personel Satgas yang menetap sementara di Desa Cikuya turut meningkatkan jumlah konsumen setiap pekan.
Seorang pedagang jajanan tradisional mengaku omzetnya meningkat sejak adanya kegiatan TMMD di desa tersebut. Jika sebelumnya pasar malam hanya ramai oleh warga sekitar, kini pembeli bertambah dengan kehadiran anggota Satgas.
“Biasanya ramai, tapi sekarang lebih ramai. Alhamdulillah dagangan lebih cepat habis,” katanya.
Program TMMD sendiri tidak hanya menyasar pembangunan fisik seperti infrastruktur jalan, fasilitas umum, dan sarana pendukung lainnya. Secara tidak langsung, keberadaan personel TNI di desa lokasi kegiatan turut mendorong perputaran ekonomi lokal.
Kepala Desa Cikuya menyampaikan bahwa pasar malam mingguan sebenarnya telah menjadi agenda rutin masyarakat. Namun, sejak TMMD digelar, suasana menjadi lebih semarak. Interaksi antara aparat dan warga berlangsung lebih intensif, baik di lokasi pekerjaan maupun dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, dampak positif TMMD tidak hanya terukur dari hasil pembangunan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya kebersamaan dan peningkatan aktivitas ekonomi warga.
“Warga merasa lebih dekat dengan TNI. Selain pembangunan berjalan, ekonomi kecil di desa juga ikut bergerak,” ujarnya.
Pasar malam di halaman kantor desa tersebut kini menjadi salah satu simbol kebersamaan selama program TMMD berlangsung. Anak-anak bermain dengan riang, orang tua bercengkerama, sementara para prajurit membaur tanpa jarak.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang membangun relasi sosial dan menggerakkan potensi ekonomi lokal. Kehadiran Satgas TMMD di Desa Cikuya memberi warna tersendiri bagi kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong yang menjadi ciri khas perdesaan.
Dengan sinergi antara TNI dan masyarakat, geliat ekonomi desa diharapkan terus tumbuh, bahkan setelah program TMMD selesai dilaksanakan.***

