Portal Pantura, Brebes – Menghadapi terjangan pemotongan anggaran yang drastis, Pemerintah Desa Karangjongkeng, Kabupaten Brebes, tetap memutar otak demi menjaga roda pembangunan. Keteguhan ini terlihat dalam Musyawarah Desa (Musdes) yang digelar baru-baru ini untuk merancang masa depan desa di tengah keterbatasan.
Strategi Desa Karangjongkeng Hadapi Pangkasan Anggaran
Tantangan Penurunan Dana Desa 2026
Tahun 2026 menjadi periode ujian berat bagi Desa Karangjongkeng. Pasalnya, Dana Desa mengalami penurunan drastis dari sebelumnya Rp900 juta di tahun 2025 kini tersisa Rp375 juta saja di tahun 2026.
Kepala Desa Karangjongkeng, Mayor Inf. Purn. H. Abdul Mukhit, SH., menegaskan bahwa Musdes ini adalah agenda rutin tahunan yang krusial. Forum ini menjadi titik awal penentuan arah kebijakan pembangunan desa untuk tahun berikutnya.
Mengandalkan Bantuan Provinsi dan Gotong Royong
Meski anggaran pusat menyusut, denyut nadi pembangunan di desa ini tidak mati. Pemerintah desa berhasil memaksimalkan Bantuan Keuangan (BK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Total ada lima titik lokasi pembangunan yang berhasil direalisasikan berkat dana bantuan tersebut. Warga setempat bahkan memilih turun tangan membangun secara mandiri ketika rencana pembangunan bendungan senilai Rp2 miliar dari pusat harus ditangguhkan akibat efisiensi anggaran.
Pembentukan Panitia RKPDes dan BPD Baru
Persiapan RKPDes 2027 dan Pemilihan BPD
Selain membahas strategi anggaran, Musdes di Balai Desa Karangjongkeng juga fokus pada dua agenda penting. Pemerintah desa membentuk panitia penyusun Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes) 2027.
Agenda strategis lainnya adalah pembentukan panitia pemilihan calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) masa bakti 2026-2034. Langkah ini diambil untuk memastikan regenerasi kepemimpinan dan pengawasan warga berjalan optimal.
Pentingnya Sinergi Warga dan Pemerintah
Camat Tonjong, Lukman Hakim, SH., M.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan dukungan penuh. Sinergi yang kuat antara warga dan perangkat desa menjadi kunci utama kesuksesan program daerah.
Senada dengan hal tersebut, Kasi PMD Kecamatan Tonjong, Yuli Yuliawati, menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat. Partisipasi warga dalam setiap tahapan musyawarah sangat esensial agar pembangunan tepat sasaran.***

