Portal Pantura, Brebes – Pemerintah Desa (Pemdes) Kretek, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes menebar 3.600 benih ikan di aliran sekunder Kali Susukan, Minggu (7/12/2025). Program ini menyasar dua tujuan sekaligus: melestarikan ekosistem sungai dan mengurangi ketergantungan anak-anak pada gawai.
Kegiatan digelar bersama Karang Taruna, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan Paguyuban WiFi Desa Kretek. Ratusan warga turut hadir menyaksikan pelepasan bibit ikan ke sungai yang mengalir di tengah pemukiman warga.
Dorong Anak Kembali ke Aktivitas Luar Ruang
Sekretaris Desa Kretek Edi Setia Budi menjelaskan, program ini lahir dari keprihatinan terhadap kebiasaan anak-anak yang kini lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar ponsel.
“Kami ingin menghidupkan kembali tradisi positif seperti memancing,” kata Edi kepada wartawan. Dengan memanfaatkan potensi alam Desa Kretek, anak-anak bisa lebih banyak beraktivitas di luar rumah.
Menurutnya, kegiatan memancing dapat menjadi alternatif hiburan sehat yang memperkuat interaksi sosial anak dengan lingkungan sekitar.
3.600 Benih dari Tiga Sumber
Total 3.600 benih ikan ditebar dalam kegiatan ini. Bibit berasal dari tiga sumber berbeda:
- 300 ekor ikan lele dari Pemdes Kretek
- 3.000 ekor ikan melem dari Paguyuban WiFi Desa Kretek
- 300 ekor ikan mujair hasil kolaborasi Karang Taruna dan penggiat lingkungan
Pemilihan jenis ikan dilakukan secara selektif. Pemdes hanya menggunakan spesies lokal untuk menjaga keseimbangan habitat asli sungai.
“Restocking atau pelepasan bibit ikan memang baik untuk memulihkan ekosistem,” ujar Edi. Tapi harus hati-hati. Jangan sampai menggunakan ikan asing yang justru merusak keseimbangan alam.
Program Edukatif dan Ramah Lingkungan
Penaburan benih ikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Pemdes merancangnya sebagai program edukatif berkelanjutan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga kelestarian sungai. Mereka juga diajarkan bahwa sungai bukan hanya sumber air, tetapi juga habitat makhluk hidup yang perlu dijaga.
Tim Redaksi
