Portal Pantura, Brebes – Pemerintah Desa Ragatunjung, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes mengadakan seleksi calon perangkat desa. Rekrutmen ini untuk mengisi posisi Kepala Dusun (Kadus) I Pesawahan.
Seleksi dilaksanakan Sabtu (13/12/2025) di kampus Universitas Muhammadiyah Brebes (UMBS). Lima calon peserta mengikuti rangkaian tes yang telah disiapkan panitia.
Proses Seleksi Transparan
Ketua Panitia Penjaringan Siti Muryati menyatakan, proses seleksi berlangsung adil dan terbuka. “Ada 5 peserta yang ikut dalam seleksi,” katanya saat ditemui wartawan.
Tes yang dijalani peserta mencakup dua kategori. Pertama, tes teori untuk mengukur kemampuan kognitif. Kedua, tes praktik untuk menilai keterampilan teknis calon perangkat.
Muryati menegaskan, hasil tes murni berdasarkan kemampuan peserta. Panitia tidak melakukan intervensi dalam proses penilaian.
“Hasil tes merupakan hasil murni dari peserta. Panitia tidak intervensi,” tegasnya.
Komitmen Tanpa Titipan
Sekretaris Desa Ragatunjung, Ruswad, menguatkan komitmen transparansi dalam rekrutmen ini. Ia memastikan tidak ada praktik titipan atau campur tangan pihak tertentu.
“Saya ingin penjaringan kali ini tidak ada titipan maupun intervensi,” ujar Ruswad.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemdes Ragatunjung serius menerapkan prinsip merit system. Calon perangkat desa dipilih berdasarkan kompetensi, bukan kedekatan atau rekomendasi.
Ruswad juga memberi apresiasi kepada seluruh peserta. Bagi yang belum lolos, ia menyebutnya sebagai rezeki yang belum tiba.
“Bagi peserta yang belum lolos merupakan belum rezekinya. Bagi yang lolos diucapkan selamat bergabung dengan pemerintah desa Ragatunjung,” katanya.
Riri Fajriyati Unggul
Hasil seleksi menunjukkan persaingan ketat antarkandidat. Dari lima peserta, Riri Fajriyati Maghfiroh berhasil meraih nilai tertinggi.
Riri memperoleh total nilai 70,17. Pencapaian ini menempatkannya sebagai kandidat terkuat untuk posisi Kadus I Pesawahan.
Belum ada keterangan resmi apakah Riri langsung ditetapkan atau masih menunggu tahapan selanjutnya. Namun, perolehan nilai tertinggi memberinya peluang besar untuk terpilih.
Langkah Positif Pemdes
Penyelenggaraan seleksi terbuka ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Transparansi dan komitmen antiintervensi dianggap langkah maju dalam tata kelola pemerintahan desa.
Proses rekrutmen berbasis kompetensi diharapkan menghasilkan perangkat desa berkualitas. Dengan begitu, pelayanan publik di tingkat desa bisa lebih optimal.
Pemdes Ragatunjung memberi contoh bahwa seleksi perangkat desa bisa dilakukan secara profesional. Tidak perlu ada praktik titipan yang merugikan calon berkompeten.
Masyarakat berharap pola rekrutmen seperti ini terus diterapkan. Tidak hanya untuk jabatan Kadus, tapi juga untuk posisi perangkat desa lainnya di masa mendatang.***

