Portal Pantura, Brebes – Pemerintah Kabupaten Brebes mengalokasikan dana Rp205,4 miliar untuk Program Beresi Sekolah dan digitalisasi pendidikan tahun 2025.
Program ini menyasar 240 sekolah tingkat PAUD, SD, dan SMP. Juga mencakup bantuan 1.673 unit Papan Informasi Digital (PID).
Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma meresmikan program tersebut di SMPN 2 Larangan, Kamis (5/2/2026).
“Revitalisasi sekolah bukan hanya soal gedung. Ini tentang anak-anak kita belajar dengan aman dan nyaman,” ujar Paramitha.
Rincian Anggaran Program Beresi Sekolah
Kepala Dindikpora Brebes Sutaryono merinci alokasi anggaran revitalisasi sekolah.
APBD membiayai 161 sekolah dengan anggaran Rp12,5 miliar. Sedangkan APBN mengucurkan Rp67,4 miliar untuk 79 sekolah.
Total anggaran revitalisasi fisik mencapai Rp80,4 miliar.
“Kami juga memberikan bantuan papan tulis digital sebanyak 1.673 unit dari APBN senilai Rp125 miliar,” jelas Sutaryono.
Setiap sekolah menerima satu unit laptop. Penyaluran perangkat ini masih dalam proses.
Digitalisasi untuk Pembelajaran Interaktif
Paramitha menegaskan pentingnya transformasi pembelajaran di era digital.
Kehadiran PID diharapkan membantu guru menyampaikan materi lebih efektif. Juga meningkatkan minat dan pemahaman siswa.
“Teknologi hanyalah alat pendukung. Keberhasilan pendidikan tetap bergantung pada guru dan kepala sekolah,” kata Paramitha.
Dia mengajak semua pihak merawat bantuan dengan baik. Pemanfaatan harus maksimal dan berkelanjutan.
Pemkab Brebes mendorong kolaborasi untuk mewujudkan pendidikan yang maju dan inklusif.
Kondisi Sekolah Sebelum Revitalisasi
Guru SMPN 2 Larangan Eko Joko Supeno menggambarkan kondisi sekolah sebelum diperbaiki.
“Kondisi sangat memprihatinkan. Genteng bocor, plafon berjatuhan, dinding mengelupas, lantai rusak,” ungkap Eko.
Saat hujan, kelas tidak layak digunakan untuk belajar.
Eko menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah.
“Sekarang pembelajaran jauh lebih nyaman. Siswa senang, tidak ada lagi rasa takut atau khawatir,” katanya.
Respons Positif Siswa
Siswi SMPN 2 Larangan Berliana Dwi Pratiwi merasakan dampak positif revitalisasi.
Sebelumnya, dia sering tidak nyaman saat belajar. Terutama ketika musim hujan.
“Dulu kalau hujan atap bocor, kelas banjir, belajar jadi tidak fokus. Toilet juga kotor,” tutur Berliana.
Setelah revitalisasi, kondisi berubah drastis.
“Alhamdulillah sekolah kami jadi lebih baik. Kelas dan toilet bersih, belajar jadi aman dan nyaman,” ujar Berliana.
Dia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Brebes.
Komitmen Pendidikan Berkualitas
Program Beresi Sekolah menunjukkan komitmen Pemkab Brebes pada pendidikan berkualitas.
Perbaikan sarana fisik dikombinasikan dengan penguatan teknologi pembelajaran.
Paramitha berharap program ini menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
“Kami ingin pendidikan Brebes maju, inklusif, dan berdaya saing,” tegas Paramitha.
Peresmian dihadiri Kepala SMPN 2 Larangan, Ketua MKKS Brebes, Ketua K3S Brebes, dan para kepala sekolah se-Kabupaten Brebes.
Program ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi generasi muda Brebes menghadapi tantangan masa depan.***

