Portal Pantura, Blora –Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat pembangunan infrastruktur guna memperkuat konektivitas antarwilayah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meresmikan dua ruas jalan strategis di Kabupaten Blora dengan total anggaran hampir Rp35 miliar, Senin (2/2/2026).
Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis sektor pertanian, UMKM, hingga kawasan energi nasional di wilayah timur Jawa Tengah.
Dua ruas jalan yang diresmikan yakni preservasi Jalan Todanan–Ngawen dengan nilai proyek Rp15,4 miliar serta ruas Singget–Doplang–Cepu senilai Rp19,9 miliar. Kedua jalur tersebut dinilai memiliki peran penting dalam memperlancar distribusi barang dan mobilitas masyarakat antarwilayah.
Pada ruas Todanan–Ngawen, penanganan jalan dilakukan sepanjang 3.187 meter. Pekerjaan meliputi perkerasan beton sepanjang 500 meter serta pelapisan aspal sepanjang 2.687 meter. Jalur ini menjadi akses utama penghubung antar kecamatan yang selama ini menopang aktivitas ekonomi warga, terutama distribusi hasil pertanian dan produk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sementara itu, pembangunan ruas Singget–Doplang–Cepu dilakukan sepanjang 2.567 meter. Struktur jalan terdiri dari perkerasan aspal sepanjang 283 meter dan beton semen sepanjang 2.284 meter. Keberadaan jalur ini dinilai strategis karena menjadi akses menuju kawasan energi nasional di wilayah Cepu yang dikenal sebagai salah satu pusat industri migas di Indonesia.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata. Menurutnya, aspek keselamatan pengguna jalan serta dampak ekonomi jangka panjang menjadi prioritas utama pemerintah.
Ia menyampaikan, kualitas jalan yang baik akan memperlancar arus barang dan manusia, sehingga membuka peluang tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di daerah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses.
“Pembangunan jalan harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain aman dilalui, jalan juga harus mampu menggerakkan ekonomi melalui keterhubungan antarwilayah,” ujar Luthfi dalam sambutannya.
Menurutnya, peningkatan konektivitas wilayah terbukti mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal. Infrastruktur yang memadai memungkinkan biaya distribusi menjadi lebih efisien serta memperluas akses pasar bagi pelaku usaha daerah.
Pemprov Jawa Tengah juga mencatat tingkat kemantapan jalan provinsi saat ini telah mendekati angka 97 persen. Capaian tersebut disebut sebagai hasil konsistensi pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, Luthfi menekankan pentingnya pengawasan rutin terhadap kondisi jalan, terutama menjelang musim hujan yang berpotensi menyebabkan kerusakan infrastruktur.
Ia mengingatkan bahwa faktor air menjadi penyebab utama kerusakan jalan jika sistem drainase dan pemeliharaan tidak berjalan optimal. Oleh karena itu, koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota perlu terus diperkuat.
Selain menghadapi musim hujan, kesiapan infrastruktur juga menjadi perhatian menjelang arus mudik Lebaran. Jawa Tengah diketahui menjadi jalur utama pergerakan kendaraan lintas provinsi setiap tahunnya.
“Kita harus memastikan jalan tetap mantap dan aman dilalui. Jawa Tengah merupakan pusat perlintasan mudik nasional, sehingga kolaborasi semua pihak sangat diperlukan,” tegasnya.
Melalui pembangunan dua ruas jalan strategis tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan peningkatan kelancaran logistik, keselamatan transportasi, serta percepatan pertumbuhan ekonomi regional, khususnya di Kabupaten Blora.
Wilayah ini dinilai memiliki posisi penting sebagai simpul pengembangan sektor pertanian sekaligus kawasan energi nasional. Dengan akses jalan yang semakin baik, diharapkan investasi dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat terus meningkat serta mendorong pemerataan pembangunan di Jawa Tengah bagian timur.***

