Portal Pantura – Sabtu pagi yang cerah di Bumiayu, 16 Agustus 2025. Deru semangat terasa membuncah di antara karyawan Perum Perhutani BKPH Bantarkawung KPH Pekalongan Barat.
Hari itu, lapangan sederhana biasanya hanya menjadi ruang istirahat atau titik kumpul petugas lapangan, berubah menjadi arena penuh gelak tawa, yel-yel semangat, dan peluh kebersamaan.
Tak seperti perayaan formal yang kaku, kali ini peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia dirayakan dengan cara yang lebih membumi.
Yakni pertandingan fun football antar Resor Pemangkuan Hutan (RPH) dan pemberian penghargaan bagi karyawan berprestasi, dan ramah tamah yang hangat.
“Di hutan kita diajarkan untuk saling menjaga, saling dukung. Maka perayaan ini pun kita buat agar semua merasakannya bahwa kita adalah satu keluarga,” ungkap Nani Suryani, Kaur Tata Usaha BKPH Bantarkawung, dengan mata berbinar.
Pertandingan sepak bola persahabatan menjadi pembuka rangkaian acara. Tak ada skor yang diingat, tak ada piala yang diperebutkan.
Namun semangat kompetisi tetap hidup, dibalut dengan tawa dan sapaan hangat antartim.
Para mandor, kepala RPH, hingga staf administrasi ikut larut dalam permainan yang lebih menekankan sportivitas dan kekompakan daripada strategi.
Sorak-sorai pendukung, lelucon antar tim, hingga aksi-aksi lucu di lapangan, menjadi warna tersendiri mencairkan batas-batas struktural di lingkungan kerja.
“Kami ingin semua karyawan merasa dekat, bahwa kita saling membutuhkan. Lewat olahraga ini, semua jadi setara berlari, tertawa, dan berkeringat bersama,” ujar Dwi Anggono Putra, Asper/KBKPH Bantarkawung.
Setelah lapangan jadi saksi kehangatan pagi itu, acara berlanjut ke sesi yang lebih haru: pemberian penghargaan kepada karyawan berprestasi.
Penghargaan tersebut diberikan tidak dalam balutan seremoni mewah, tapi dengan penuh rasa hormat dan ucapan terima kasih tulus dari perusahaan.
“Penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tapi juga pengingat bahwa setiap kerja keras tak pernah sia-sia. Kami ingin ini menjadi motivasi bersama,” tambah Nani.
Administratur KPH Pekalongan Barat, Prasetyo Lukito, melalui Humas KPH Sugiyono, menyampaikan harapannya agar kegiatan semacam ini terus dipelihara.
“Momen kemerdekaan adalah waktu yang tepat untuk merefleksi. Rasa cinta tanah air tak hanya tumbuh lewat upacara, tapi juga dari rasa memiliki terhadap pekerjaan dan lingkungan kerja. Dari sinilah semangat itu tumbuh,” ujarnya saat dihubungi.
Tidak ada sekat semua duduk dalam satu lingkaran, berbagi cerita, tawa, dan tentu saja makanan khas kampung halaman yang membawa kenangan masing-masing.
Dan di momen kemerdekaan ini, semangat kebersamaan mereka menjadi wujud nyata dari makna merdeka: saling mendukung, saling menghargai, dan tumbuh bersama dalam tubuh Perhutani.***
Tim Redaksi

