Kisah Nyi Rantan Sari membawa pesan krusial tentang pentingnya menjaga keharmonisan antara manusia, lingkungan alam, dan dimensi spiritual. Pesan moral tersebut sengaja dikaitkan dengan persoalan kerusakan hutan yang mengancam keberlangsungan hidup ekonomi masyarakat saat ini.
Oleh karena itu, sosok Nyi Rantan Sari dalam panggung ini bukan sekadar dongeng atau warisan cerita rakyat belaka. Pertunjukan ini sukses menjelma menjadi media refleksi tajam mengenai besarnya tanggung jawab umat manusia dalam menjaga bumi.
Regenerasi Seniman Melalui Pelajar
Menariknya, sebagian besar pemain lakon panggung ini didominasi oleh kalangan pelajar dan mahasiswa asal wilayah Brebes Selatan. Mereka diseleksi dari berbagai institusi seperti SMAN 1 Sirampog, SMAN 1 Paguyangan, SMK Ma’arif NU Paguyangan, SMKN 1 Tonjong, SMPN 1 Bantarkawung, dan Universitas Peradaban.
Keterlibatan generasi muda ini menjadi strategi jitu untuk mempercepat proses regenerasi pelaku seni di tingkat daerah. Langkah ini sekaligus menjadi medium edukasi efektif guna menanamkan kecintaan terhadap sejarah dan nilai kearifan lokal sejak dini.
“Pemainnya adalah anak-anak sekolah dan mahasiswa. Bagi kami, ini merupakan salah satu cara melakukan regenerasi seniman,” terang Dimas saat diwawancarai.
“Mereka tidak hanya belajar menari, bermain musik, atau berakting, tetapi juga belajar memahami cerita dan nilai budaya yang berasal dari daerahnya sendiri,” ungkapnya bangga.
Harmoni Kolaborasi Lintas Komunitas
Pementasan berkelas ini lahir dari kolaborasi luar biasa berbagai sanggar seni dan komunitas kreatif yang ada di penjuru Brebes. Di antaranya adalah Sanggar Andaka, Bumiayu Creative City Forum (BCCF), Sanggar Suwung, Sanggar Ayudia, Sanggar Tari Rafela, Sanggar Swaragini, Sanggar Binendrang, serta Sanggar Sembung Senggani.
“Kolaborasi ini adalah wujud sinergitas antarpegiat seni di Brebes Selatan. Masing-masing memiliki latar, pengalaman, dan kekuatan artistik yang berbeda,” papar Dimas.
Menurutnya, perbedaan gaya dan latar belakang komunitas justru menciptakan sebuah pementasan kolosal yang saling melengkapi. “Semua kemudian dipertemukan untuk menghadirkan satu karya bersama atas nama Brebes,” tuturnya.
Melalui penampilan gemilangnya di panggung ibu kota, Duta Seni Kabupaten Brebes sukses mengangkat tradisi lokal ke kancah nasional. Lebih dari itu, mereka berhasil menyuarakan identitas budaya daerah yang kaya sekaligus mengkampanyekan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan kepada publik.***
Tim Redaksi

