Portal Pantura, Brebes – Senyum sumringah terpancar di wajah para petani Brebes. Bukan tanpa alasan, mereka baru saja menerima “amunisi” baru untuk menggarap sawah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), menggelontorkan bantuan tujuh unit traktor tangan modern untuk sejumlah Kelompok Tani (Poktan).
Bantuan alat mesin pertanian (alsintan) ini diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Brebes, Wurja, di halaman Kantor DPKP pada Senin (13/10/2025). Suasana pagi itu terasa penuh semangat, menjadi simbol harapan baru bagi sektor pertanian di daerah yang dikenal sebagai lumbung bawang merah ini.
Langkah ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah bagian dari strategi besar Pemkab Brebes untuk menggenjot produktivitas padi, meningkatkan efisiensi kerja petani, dan pada akhirnya, menyejahterakan masyarakat agraris.
Modernisasi Pertanian Jadi Kunci
Wakil Bupati Brebes, Wurja, dalam sambutannya menekankan bahwa era pertanian modern sudah di depan mata. Menurutnya, petani, terutama generasi milenial, harus mulai akrab dengan teknologi untuk hasil yang lebih maksimal.
“Petani milenial kita sudah melek teknologi dan pengetahuannya lebih maju. Dengan bantuan traktor ini, kami harap produktivitas mereka bisa meningkat signifikan,” ujar Wurja dengan optimis.
Ia juga berpesan agar bantuan ini tidak menjadi milik perorangan, melainkan aset bersama yang dikelola secara profesional oleh kelompok. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci agar manfaatnya bisa dirasakan oleh semua anggota.
“Ini untuk kepentingan bersama, bukan untuk pribadi. Tolong dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya agar awet dan berguna bagi semua,” tegasnya.
Mengejar Target Produksi 124.000 Hektar
Kepala DPKP Kabupaten Brebes, M. Furqon Amperawan, memberikan gambaran yang lebih teknis. Menurutnya, kehadiran traktor tangan modern ini memiliki tiga tujuan utama: efisiensi tenaga kerja, efisiensi biaya operasional, dan peningkatan produktivitas hasil panen.
Dengan alsintan, proses pengolahan tanah yang biasanya memakan waktu lama dan tenaga besar bisa dipersingkat. Biaya untuk menyewa tenaga kerja pun dapat ditekan.
“Hingga saat ini, Brebes sudah mencapai 62 persen dari target produksi padi yang ditetapkan pusat. Angka ini harus terus kita dorong,” ungkap Furqon.
Tim Redaksi
