TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

PGRI Tonjong Bantu Korban Tanah Bergerak Sridadi Brebes, Rp8,8 Juta Terkumpul

×

PGRI Tonjong Bantu Korban Tanah Bergerak Sridadi Brebes, Rp8,8 Juta Terkumpul

Sebarkan artikel ini
PGRI Tonjong Bantu Korban Tanah Bergerak Sridadi Brebes, Rp8,8 Juta Terkumpul
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Komunitas pendidik membuktikan komitmen sosial mereka. Para guru dari Cabang Tonjong turut aktif dalam penggalangan dana untuk korban bencana tanah bergerak di Desa , Kecamatan , Kabupaten .

Aksi kemanusiaan ini digelar pada Selasa (17/3/2026). Kolaborasi antara pendidik, Team Seven Adventure, relawan, dan masyarakat lokal menghasilkan torehan positif. Dana yang terkumpul mencapai Rp8.863.000.

Peran Pendidik Sangat Signifikan

Korwilsat Pendidikan Kecamatan Tonjong juga turut andil dalam kesuksesan penggalangan dana ini. Keterlibatan sektor pendidikan dinilai menjadi penopang utama.

iklan

“Dukungan dari kalangan guru memastikan kegiatan berjalan terstruktur dan efisien,” ungkap ketua Tonjong Ajedi SPd. Tanpa peran mereka, mobilisasi masyarakat tidak akan semulus ini.

Manajemen Team Seven Adventure juga memainkan peran krusial. Andriyanto sebagai penasehat tim dan Mulyono sebagai bendahara hadir aktif. Mereka menampung dan mengelola setiap donasi dengan cermat.

Dana Langsung Tersalurkan untuk Korban

Seluruh dana tidak tertahan lama di gudang. Semuanya langsung diteruskan ke Dapur Umum Dinas Sosial Kabupaten . Lokasi distribusi berada di Dukuh Bojongsari, Desa , Kecamatan Sirampog.

Bantuan ini fokus pada kebutuhan mendesak korban bencana. Makanan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya menjadi prioritas utama. Pendekatan ini memastikan donasi benar-benar terasa manfaatnya.

Kerja Sama Lintas Sektor Menjadi Kunci

Perwakilan Team Seven Adventure mengungkapkan apresiasi mendalam. Mereka merayakan solidaritas yang ditunjukkan berbagai pihak.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Kami sangat berterima kasih kepada Cabang Tonjong dan Korwilsat Pendidikan Kecamatan Tonjong,” katanya terang-terangan.

Beliau menekankan pentingnya sinergi lintas elemen. Tidak ada satu pihak saja yang berkontribusi. Kolaborasi harmonis antara guru, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah lokal yang membuat program ini bisa terealisasi optimal.

“Peran semua pihak, termasuk penasehat dan bendahara tim yang selalu hadir, sangat membantu kelancaran penyaluran bantuan. Semoga ini menjadi berkah bagi semua,” tambah beliau dengan harapan yang tulus.

Solidaritas Masyarakat Masih Kuat

Peristiwa ini mencerminkan komitmen sosial yang masih hidup di masyarakat . Tanah bergerak memang bencana alam yang merugikan. Namun respons cepat dari berbagai lapisan menunjukkan kepedulian tetap terjaga.

Pendidik bukan hanya fokus mengajar di kelas. Mereka juga hadir saat masyarakat membutuhkan. Ini menunjukkan profesionalisme yang sejati.

Tim relawan seperti Team Seven Adventure membuktikan diri sebagai aktor perubahan sosial. Mereka tidak hanya membuat event, tetapi memastikan dampak nyata sampai ke korban.

Penghargaan untuk Semua Pihak

Gerakan kemanusiaan ini layak diapresiasi. Rp8.863.000 mungkin terlihat sederhana di mata sebagian orang. Namun bagi korban bencana, jumlah itu sangat bermakna.

Baik itu guru yang menyisihkan gaji, relawan yang meluangkan waktu, hingga masyarakat yang ikut berdonasi—semua telah berbuat baik. Energi positif ini menjadi harapan bagi korban untuk pulih lebih cepat.***

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P