“Dulu tiap malam kami waswas. Sekarang, setelah ada bronjong, kami bisa tidur lebih tenang,” kata Susworo.
Pemerintah daerah memastikan proyek penanganan ini bukan yang terakhir. Warga berharap, pembangunan infrastruktur pengaman sungai dapat dilanjutkan hingga ke titik-titik rawan lainnya di sepanjang aliran Sungai Keruh.
Omang menambahkan, ini seharusnya menjadi momentum untuk evaluasi total terhadap kawasan rawan bencana. Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama, apalagi dengan semakin tidak menentunya cuaca ekstrem.
“Kami berharap ini bukan proyek terakhir. Sungai ini harus diamankan secara menyeluruh. Jangan tunggu korban lagi,” tegasnya.
Dengan dimulainya proyek ini, warga Desa Bumiayu kini bisa bernapas lega. Meski belum sepenuhnya aman, upaya konkret pemerintah memberi mereka harapan baru. Respons cepat Gubernur Luthfie dinilai sebagai langkah tepat dalam mitigasi bencana berbasis laporan warga.***
Tim Redaksi
