“Saya bangga dengan kreativitas yang ditunjukkan warga Tanggeran. Antusiasme penonton juga luar biasa,” ujarnya.
Bastomi berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun. Selain mempererat silaturahmi, karnaval juga menjadi wadah pengembangan bakat seni masyarakat.
Penampilan Penutup
Acara ditutup dengan penampilan pelajar MTs Yanuris 2. Mereka membawakan cerita “Laskar Tani” yang menggugah semangat penonton. Kisah perjuangan rakyat desa dalam mempertahankan tanah air itu disampaikan penuh penghayatan.
Penampilan ini sekaligus menjadi penutup karnaval penuh warna di Tanggeran.
Karnaval Jadi Magnet Warga
HUT RI di Desa Tanggeran selalu ditunggu masyarakat. Karnaval menjadi salah satu daya tarik utama karena menyatukan semua lapisan warga. Bukan hanya warga desa, banyak penonton dari luar daerah ikut datang menyaksikan.
Tahun ini, suasana semakin meriah karena melibatkan lebih banyak peserta. Dukungan warga yang tumpah ruah di sepanjang rute menunjukkan tingginya rasa cinta masyarakat terhadap peringatan kemerdekaan.
Karnaval Desa Tanggeran bukan sekadar hiburan. Ia menjadi simbol persatuan, kreativitas, sekaligus kebanggaan masyarakat desa dalam merayakan kemerdekaan Indonesia.****
Tim Redaksi
