Portal Pantura, Brebes – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang digelar oleh Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya tak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara prajurit dan warga. Pada hari pertama puasa, Kamis (19/2/2026), suasana kebersamaan terasa hangat saat waktu berbuka tiba.
Di tengah aktivitas pembangunan infrastruktur desa, para anggota Satuan Tugas (Satgas) TMMD mendapatkan suguhan istimewa dari salah satu warga setempat, Ibu Ro’ah (52). Perempuan paruh baya itu mengambil peran penting di balik dapur sederhana yang sejak siang telah mengepul, menyiapkan hidangan berbuka puasa bagi para prajurit.
Bagi prajurit yang tengah bertugas jauh dari keluarga, hidangan rumahan tersebut menghadirkan suasana berbeda. Menu sederhana khas desa disajikan dengan penuh perhatian, memastikan kebutuhan gizi dan stamina personel tetap terjaga setelah seharian bekerja di lapangan.
Sejak pagi, anggota Satgas TMMD terlibat dalam berbagai pekerjaan fisik, mulai dari perbaikan akses jalan hingga kegiatan pendukung lainnya. Aktivitas tersebut menuntut tenaga dan konsentrasi tinggi, terutama saat dijalankan di bulan Ramadan. Kehadiran makanan hangat saat berbuka menjadi momen yang dinanti sekaligus penyemangat.
Salah satu anggota Satgas mengungkapkan bahwa perhatian warga menjadi energi tambahan bagi mereka. Menurutnya, dukungan dalam bentuk sekecil apa pun sangat berarti selama penugasan berlangsung.
“Kami merasa diterima sebagai bagian dari keluarga di sini. Masakan yang disiapkan Ibu Ro’ah membuat kami seperti berbuka di rumah sendiri,” ujarnya.
Momentum makan bersama juga menjadi simbol kuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Tanpa sekat, prajurit dan warga duduk bersisian menikmati hidangan dalam suasana akrab. Interaksi tersebut memperlihatkan bahwa program TMMD bukan sekadar proyek pembangunan fisik, tetapi juga ruang mempererat solidaritas sosial.
Ibu Ro’ah mengaku tergerak untuk membantu karena melihat langsung kerja keras para prajurit di desanya. Baginya, menyiapkan makanan adalah bentuk apresiasi sederhana atas dedikasi TNI dalam memperbaiki infrastruktur yang selama ini dibutuhkan masyarakat.
“Mereka sudah membantu membangun desa kami. Saya hanya ingin membalas dengan apa yang bisa saya lakukan, apalagi ini hari pertama puasa,” tuturnya.
Program TMMD sendiri merupakan wujud kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam percepatan pembangunan wilayah pedesaan. Selain sasaran fisik, seperti pembangunan jalan dan fasilitas umum, kegiatan nonfisik seperti penyuluhan dan pembinaan masyarakat juga menjadi bagian dari agenda.
Di Desa Cikuya, pelaksanaan TMMD ke-127 mendapat respons positif dari warga. Partisipasi masyarakat terlihat tidak hanya dalam gotong royong pembangunan, tetapi juga dalam dukungan logistik dan kebutuhan harian Satgas.
Kebersamaan saat berbuka puasa itu menjadi potret kecil dari tujuan besar TMMD: memperkuat kemitraan antara TNI dan masyarakat. Di balik dentingan sendok dan obrolan ringan menjelang Maghrib, terbangun rasa saling percaya yang menjadi fondasi utama keberhasilan program.
Di bulan Ramadan, nilai-nilai solidaritas dan kepedulian terasa semakin kuat. Apa yang dilakukan Ibu Ro’ah membuktikan bahwa kontribusi masyarakat tak selalu berbentuk tenaga di lapangan. Dari dapur rumahnya, ia turut menjadi bagian dari upaya membangun desa.
Bagi para prajurit, cita rasa rumahan itu bukan hanya soal makanan, melainkan simbol perhatian dan dukungan. Sebuah pengingat bahwa di setiap tugas pengabdian, selalu ada masyarakat yang berdiri bersama mereka.***
Tim Redaksi
