Portal Pantura, Brebes – Di ruang kelas sederhana SDN Cikuya 01, Kecamatan Banjarharjo, puluhan siswa kelas 6 tampak antusias mendengarkan sosok berseragam loreng. Bukan guru biasa, melainkan Serka Sagiman, anggota Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes yang hadir membawa pesan inspiratif, Jumat (13/2/2026).
Kunjungan ini bagian dari program non-fisik TMMD yang menyasar penguatan karakter generasi muda. Didampingi wali kelas Waenah, S.Pd., Serka Sagiman menyampaikan materi wawasan kebangsaan dan pentingnya mentalitas juara bagi anak-anak pedesaan.
Dari Loreng ke Papan Tulis
Berbeda dari kegiatan TMMD yang umumnya identik dengan proyek infrastruktur seperti pembuatan jalan atau jembatan, kehadiran Babinsa di ruang kelas membawa nuansa baru. Para siswa yang biasanya hanya berinteraksi dengan guru kini mendapat perspektif berbeda dari seorang prajurit.
“Kalian semua punya kesempatan yang sama untuk sukses. Tak peduli tinggal di desa atau kota, yang penting adalah kerja keras dan disiplin,” ujar Serka Sagiman saat memberikan motivasi kepada 40 siswa yang hadir.
Prajurit asal Koramil Banjarharjo itu juga berbagi pengalaman tentang pentingnya pendidikan dalam membentuk masa depan. Ia menekankan bahwa latar belakang geografis bukan penghalang untuk meraih prestasi.
Guru: Sosok TNI Bikin Siswa Makin Disiplin
Waenah mengaku terbantu dengan inisiatif personel TNI yang terjun langsung ke dunia pendidikan. Menurut pendidik yang telah mengajar selama 15 tahun ini, kehadiran sosok berwibawa seperti prajurit memberikan efek psikologis positif terhadap kedisiplinan siswa.
“Anak-anak jadi lebih semangat dan tertib. Mereka melihat bahwa belajar itu penting, bahkan TNI pun datang khusus untuk mengingatkan mereka,” kata Waenah usai kegiatan berlangsung.
Ia berharap program serupa bisa dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya saat TMMD berlangsung, agar dampaknya lebih maksimal bagi perkembangan karakter siswa.
Dandim: Bangun Infrastruktur Sekaligus Mental
Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., yang juga menjabat sebagai Komandan Satgas TMMD ke-127, memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas anak buahnya. Menurutnya, program TMMD harus mampu menyentuh dua dimensi pembangunan: fisik dan mental.
“TMMD sejatinya adalah program kemanunggalan TNI-Rakyat yang komprehensif. Jalan dan jembatan akan rusak, tapi mental juara yang tertanam di anak-anak ini akan awet selamanya,” tegas Ambariyantomo saat dihubungi terpisah.
Perwira menengah yang sebelumnya bertugas di Puspen TNI itu menegaskan bahwa investasi terhadap sumber daya manusia justru lebih strategis ketimbang pembangunan fisik semata. Ia menargetkan seluruh personel Satgas TMMD untuk aktif terlibat dalam kegiatan sosial dan edukatif di lokasi penugasan.
Target Non-Fisik TMMD
Selain pembangunan jalan sepanjang 1,2 kilometer di Desa Cikuya, TMMD Reguler ke-127 juga menargetkan sejumlah kegiatan non-fisik seperti penyuluhan kesehatan, bakti sosial, hingga pembinaan mental spiritual. Kegiatan motivasi di sekolah-sekolah menjadi salah satu program unggulan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas generasi muda di wilayah perbatasan Brebes-Tegal ini.
Program ini dijadwalkan berlangsung hingga awal Maret 2026 dengan melibatkan 105 personel TNI dari berbagai kesatuan di lingkungan Korem 071/Wijayakusuma.***

