TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Setahun Berkuasa “Tanpa Anggaran Bencana”: Apa yang Terjadi di Brebes di Bawah Kepemimpinan Paramitha-Wurja?

×

Setahun Berkuasa “Tanpa Anggaran Bencana”: Apa yang Terjadi di Brebes di Bawah Kepemimpinan Paramitha-Wurja?

Sebarkan artikel ini
Setahun Berkuasa “Tanpa Anggaran Bencana”: Apa yang Terjadi di Brebes di Bawah Kepemimpinan Paramitha-Wurja?
Suasana Musrenbang Kecamatan Bumiayu, Senin (2/2/2026). Kepala Desa Penggarutan Rosy Ibnu Hidayat mengeluhkan belum adanya anggaran kebencanaan di tahun pertama kepemimpinan Bupati Paramitha-Wurja, padahal wilayah selatan Brebes rawan banjir bandang. (Foto: Portal Pantura/Yudhi Prasetyo)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Pemerintahan Bupati Paramitha- menuai sorotan. Pasalnya, di tahun pertama kepemimpinannya, kabupaten ini disebut tidak memiliki anggaran kebencanaan. Namun, isu ini belum terkonfirmasi kebenarannya.

Keluhan keras datang dari Kepala Desa Penggarutan, Rosy Ibnu Hidayat. Ia mengungkapkan kekecewaannya dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan , Senin (2/2/2026).

“Saya ngrentes karena penanganan bencana tidak masuk prioritas,” ujar Ibnu di Aula Kecamatan .

Rawan Bencana, Anggaran Kosong

iklan

Ibnu menegaskan, termasuk daerah rawan bencana. Terutama wilayah selatan yang kerap dilanda banjir bandang.

Kepala desa termuda di Kecamatan ini menyayangkan belum ada bantuan yang turun ke desanya. Padahal, Desa Penggarutan mengalami dampak banjir terparah dibanding Desa Adisana.

“Saya mohon, nyawa-nyawa manusia di pinggir Sungai Keruh dipikirkan,” imbuh Ibnu dengan nada memohon.

Ia meminta agar material sungai segera dikeruk. Tujuannya agar masyarakat di pinggir sungai bisa tidur nyenyak dan tidak terus-menerus dilanda banjir.

Infrastruktur Diklaim Membaik, Bencana Diabaikan?

Yang membuat situasi ini ironis, pemerintahan Paramitha- justru mengklaim telah memperbaiki infrastruktur.

Di tahun pertama, pasangan bupati-wakil bupati ini menyebut telah memperbaiki jalan sepanjang 177 kilometer. Belum lagi 58 jembatan rusak yang diklaim sudah diperbaiki.

Namun, capaian ini kontras dengan keluhan warga soal penanganan bencana yang minim.

Tokoh Masyarakat Desak Penegakan Hukum

Tokoh masyarakat wilayah selatan, Karim Naghib, turut angkat bicara. Ia meminta semua pihak lantang menyuarakan kerusakan lingkungan di hulu sungai.

Kerusakan lingkungan di hulu dituding sebagai penyebab utama banjir bandang yang kerap melanda wilayah selatan .

“Penegakan hukum harus keras,” tegas Karim.

Kepala Desa: Kami Sudah Tidak Sanggup

Kepala Desa Adisana juga mengaku kewalahan. Ia menyatakan tidak mampu menangani banjir sendirian yang datang berkali-kali.

“Kami sudah tidak sanggup lagi menahan banjir,” ujarnya.

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P