Portal Pantura, Brebes – Upaya pemberdayaan masyarakat kembali menjadi fokus kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026 di Kabupaten Brebes. Melalui kolaborasi antara Persit Kartika Chandra Kirana Anak Ranting 14 Banjarharjo Kodim 0713 Brebes dan Tim Penggerak PKK Kecamatan Banjarharjo, warga Desa Cikuya mendapat pelatihan pembuatan kerajinan tangan berbahan dasar daun suji, Selasa (17/2/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Pelatihan tersebut dirancang sebagai bagian dari program nonfisik TMMD untuk memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan potensi lokal.
Selama ini daun suji lebih dikenal sebagai bahan pewarna alami untuk makanan tradisional. Namun di tangan para peserta pelatihan, daun berwarna hijau pekat itu diolah menjadi produk kerajinan bernilai estetika. Mulai dari aksesori hingga hiasan dekoratif, daun suji dibentuk menjadi produk kreatif yang berpotensi dipasarkan.
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Anak Ranting 14 Banjarharjo, Ny. Agus Widodo, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata Persit terhadap program pemberdayaan masyarakat dalam TMMD.
Menurutnya, kehadiran Persit tidak hanya sebatas mendampingi kegiatan TNI di lapangan, tetapi juga harus memberi kontribusi langsung bagi peningkatan kesejahteraan warga. Pelatihan keterampilan, kata dia, menjadi salah satu cara efektif untuk membuka peluang usaha rumahan bagi ibu-ibu desa.
“Kami berharap pelatihan ini bisa menambah keterampilan warga. Jika ditekuni, kerajinan dari daun suji dapat dikembangkan menjadi produk unggulan desa,” ujarnya.
Materi pelatihan disampaikan secara bertahap dan aplikatif. Peserta diajarkan teknik memilih daun suji yang berkualitas, proses pengolahan agar teksturnya lentur dan tahan lama, hingga teknik membentuk motif. Tahap akhir difokuskan pada finishing agar produk terlihat rapi dan memiliki daya tarik pasar.
Metode praktik langsung menjadi pendekatan utama dalam pelatihan tersebut. Instruktur mendampingi peserta secara detail, memastikan setiap tahapan dapat dipahami dengan baik. Pendekatan ini dinilai efektif karena mayoritas peserta merupakan ibu rumah tangga yang baru pertama kali mencoba kerajinan berbahan daun suji.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap instruksi. Diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif, terutama terkait teknik pengawetan bahan dan strategi pemasaran produk.
Pelatihan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara Satgas TMMD, Persit, PKK, serta pemerintah desa. Kolaborasi lintas elemen tersebut dinilai penting untuk memastikan program pemberdayaan tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi berlanjut pada pendampingan dan pengembangan usaha.
Program TMMD sendiri selama ini identik dengan pembangunan infrastruktur desa. Namun dalam pelaksanaannya, aspek pembangunan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Kegiatan seperti pelatihan keterampilan dinilai mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kemandirian ekonomi warga.
Dengan memanfaatkan potensi lokal seperti daun suji yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, warga diharapkan tidak terbebani modal besar untuk memulai usaha. Produk kerajinan berbasis bahan alami juga memiliki peluang pasar tersendiri, terutama di tengah meningkatnya minat terhadap produk ramah lingkungan.
Ke depan, hasil pelatihan ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi unit usaha bersama atau kelompok usaha mikro di Desa Cikuya. Dukungan pemasaran melalui pameran desa, media sosial, hingga jejaring PKK dan Persit menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan.
Melalui pendekatan pemberdayaan seperti ini, TMMD ke-127 di Banjarharjo tidak hanya membangun fisik desa, tetapi juga menanamkan keterampilan dan optimisme ekonomi bagi masyarakat. Sinergi TNI, organisasi perempuan, dan warga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan desa yang produktif dan berdaya saing.***

