TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

TMMD Reguler 127 di Cikuya: Dari Pembangunan Jalan hingga Dorongan Peningkatan Produksi Jagung

×

TMMD Reguler 127 di Cikuya: Dari Pembangunan Jalan hingga Dorongan Peningkatan Produksi Jagung

Sebarkan artikel ini
Petani jagung Desa Cikuya berdialog dengan anggota Satgas TMMD Reguler ke-127 terkait kebutuhan penyuluhan pertanian.
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Program TNI Manunggal Membangun Desa () Reguler ke-127 yang digelar Kodim 0713/ di Desa , Kecamatan Banjarharjo, tak hanya menyasar pembangunan infrastruktur. Di balik pengerjaan akses jalan desa, terselip harapan baru para petani jagung yang mendambakan peningkatan hasil panen melalui dukungan edukasi pertanian.

Bagi warga Desa yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian, khususnya jagung, perbaikan jalan memang menjadi kebutuhan mendesak. Namun, persoalan produktivitas lahan juga tak kalah penting. Hal itu disampaikan Anto (40), salah satu petani jagung setempat, saat berbincang dengan anggota Satgas , Selasa (24/02/2026).

Anto mengungkapkan, hasil panen jagung tahun ini mengalami penurunan signifikan. Serangan penyakit yang dikenal petani sebagai “bule” atau downy mildew menyebabkan daun tanaman memutih dan pertumbuhan jagung terhambat. Akibatnya, banyak tanaman gagal berkembang optimal.

iklan

“Kami berharap ada penyuluhan tentang cara budidaya jagung yang benar. Tahun ini hasilnya kurang maksimal karena banyak yang terserang penyakit,” ujarnya di sela kegiatan .

Menurutnya, selain serangan hama dan penyakit, keterbatasan pengetahuan terkait pola tanam dan penggunaan pupuk yang tepat turut memengaruhi produktivitas. Sebagian petani masih mengandalkan pengalaman turun-temurun tanpa pendampingan teknis dari tenaga ahli.

Anto berharap, melalui program yang tidak hanya mencakup kegiatan fisik, pemerintah dan instansi terkait dapat menghadirkan penyuluh pertanian untuk memberikan pembelajaran langsung di lapangan. Edukasi tersebut dinilai penting agar petani memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pencegahan penyakit tanaman, pemilihan bibit unggul, hingga teknik pemupukan berimbang.

“Kami ingin ada pendampingan supaya ke depan tidak mengalami gagal panen lagi. Kalau jalan sudah bagus, tapi hasil panen tetap rendah, tentu belum sepenuhnya membantu kesejahteraan petani,” katanya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Serda Suyatno dari Koramil 14/Banjarharjo yang tergabung dalam Satgas TMMD menyatakan akan meneruskan masukan warga kepada pimpinan. Ia menegaskan, TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup kegiatan non-fisik yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Aspirasi dari petani ini sangat penting. Salah satu tujuan TMMD adalah memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Masalah pertanian akan kami komunikasikan agar dapat disinergikan dengan dinas terkait,” ujarnya.

Program non-fisik TMMD biasanya meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam konteks Desa , penyuluhan pertanian dinilai relevan mengingat mayoritas warga berprofesi sebagai petani.

Pembangunan jalan yang tengah dikerjakan diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian ke pasar. Akses yang lebih baik diyakini dapat menekan biaya transportasi serta mempercepat waktu tempuh. Namun demikian, peningkatan infrastruktur perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas produksi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan dinas pertanian menjadi kunci untuk menjawab kebutuhan tersebut. Dengan pendampingan yang tepat, petani diharapkan mampu menerapkan teknik budidaya modern yang lebih tahan terhadap serangan penyakit serta menghasilkan panen yang lebih stabil.

Bagi Anto dan petani lainnya, TMMD Reguler ke-127 bukan sekadar proyek pembangunan jalan desa. Lebih dari itu, program ini menjadi momentum untuk menyuarakan kebutuhan riil petani demi meningkatkan taraf hidup mereka.

Jika infrastruktur dan edukasi berjalan beriringan, Desa berpeluang tidak hanya memiliki akses jalan yang layak, tetapi juga produksi jagung yang lebih berkualitas dan berdaya saing.***

Imam Muzaki

Terbaru dari Imam Muzaki