Portalpantura.com, Tegal – Di ujung barat Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, berdiri sebuah desa yang seolah terputus dari geliat modernitas.
Namanya Desa Sangkanjaya desa sunyi yang berdiri di atas perbukitan, hanya bisa dijangkau lewat akses jembatan gantung yang hanya dilalui kendaraan roda dua.
Di balik sunyinya, hidup lebih dari 350 kepala keluarga yang sebagian besar menggantungkan harapan dengan tani dan merantau.

Namun, Selasa pagi itu 6 Mei 2025 di suasana Desa Sangkanjaya Balapulang sedikit berbeda.
Dentuman dan deru pembangunan pun terdengar nyaring menembus sunyi desa ini, sebuah titik balik yang dinanti nanti warga bertahun-tahun lamanya.
Kodim 0712/Tegal, di bawah pimpinan Letkol Infanteri Suratman menggulirkan Program andalan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II TA ?(Tahun Anggaran) 2025.
Program TMMD Semgkuyung ini tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tapi juga menyalakan optimisme di desa yang selama ini dipeluk keterisolasian.
“Kami hadir untuk membuka akses. Ini bukan hanya soal jalan, tapi membuka harapan,” ujar Dandim O712 Tegal dengan suara tegas namun hangat.

Selama tiga minggu ke depan, total 25 personel TNI bersama warga akan mengerahkan tenaga untuk membuka jalur jalan yang bisa dilalui kendaraan roda empat.
Jalan yang diharapkan akan menjadi urat nadi baru bagi perekonomian Sangkanjaya, yang selama ini hanya bertumpu pada satu pintu masuk yang sempit dan berisiko.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, yang turut hadir dalam pembukaan kegiatan, tak bisa menyembunyikan rasa harunya.
“Inilah bentuk kolaborasi nyata. Kodim hadir tidak hanya dengan kekuatan, tapi juga dengan ketulusan mengangkat desa dari keterbatasan.”
Kepala Desa Sangkanjaya, Jaelani, hanya bisa mengangguk lirih. Baginya program ini seperti jawaban dari doa panjang masyarakatnya.
Ia tahu betul bagaimana warga harus menempuh medan berat hanya untuk menjual hasil tani ke pasar, dan atau membawa orang sakit ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Jalan ini akan mengubah segalanya,” katanya pelan, matanya menerawang ke hamparan bukit yang segera diubah menjadi jalan kehidupan.
Tak hanya membuka jalan saja tetapi TMMD Sengkuyung juga menghadirkan pelayanan publik seperti administrasi kependudukan dan kesehatan.
Sebuah pendekatan menyeluruh yang menjadikan kehadiran TNI Kodim 0712 Tegal bukan sekadar simbol, melainkan benar-benar menjadi bagian dari denyut nadi masyarakat.
Sedangkan, Agus Solihin, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, bahwa langkah ini sebagai momentum kebangkitan.
“Desa seperti Sangkanjaya tidak boleh lagi dipinggirkan. Ini adalah investasi masa depan.”
Mereka sedang membangun lebih dari sekadar jalan; mereka sedang merintis masa depan.
Dan ketika jalan itu selesai, bukan hanya kendaraan yang akan melintas, tapi juga harapan yang selama ini tertahan di balik sunyi perbukitan.***
Tim Redaksi

