TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Tragis! Bangunan Tua Peninggalan Belanda di Dukuhturi Bumiayu Ambrol, 3 Warga Meninggal Dunia

×

Tragis! Bangunan Tua Peninggalan Belanda di Dukuhturi Bumiayu Ambrol, 3 Warga Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Gedung Hogwan peninggalan Belanda di Dukuhturi Bumiayu ambrol menimpa rumah warga. Tiga orang tewas, termasuk dua balita.
Gedung Hogwan peninggalan Belanda di Dukuhturi Bumiayu ambrol menimpa rumah warga. Tiga orang tewas, termasuk dua balita.
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Duka mendalam menyelimuti warga Desa Dukuhturi, Kecamatan , Kabupaten . Sebuah bangunan tua bersejarah peninggalan zaman kolonial mendadak ambrol dan menimpa permukiman warga di sekitarnya pada Minggu (30/8/2026).

Musibah yang terjadi begitu cepat ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia serta merusak beberapa rumah warga.

Tembok Ambrol Menimpa Permukiman Warga

Peristiwa naas tersebut membuat suasana di sekitar lokasi kejadian mencekam. Sebagian tembok dari bangunan berukuran besar itu runtuh dan materialnya meluncur menimpa bangunan rumah yang berada tepat di bawah atau dekat lokasi kejadian. Selain merusak rumah warga, puing-puing bangunan juga menutup akses jalan desa.

iklan

Warga yang kaget langsung berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri sekaligus memberikan pertolongan pertama secara spontan.

Dua Balita dan Seorang Lansia Menjadi Korban

Duka kian mendalam ketika warga dan tim evakuasi menemukan korban jiwa dari balik reruntuhan material tembok. Dua balita yang merupakan kakak adik dilaporkan meninggal dunia di tempat. Menurut penuturan warga sekitar, saat musibah terjadi kedua korban naas tersebut sedang tertidur lelap di dalam rumah.

Tak hanya itu, saat penyisiran material reruntuhan berlanjut, petugas kembali menemukan seorang lansia dalam kondisi tidak bernyawa. Dengan ditemukannya korban tersebut, total korban meninggal dunia dalam musibah ini menjadi tiga orang.

BPBD dan Alat Berat Dikerahkan ke Lokasi

Menanggapi laporan kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten langsung bergerak ke lokasi musibah. Bersama warga setempat dan aparat terkait, tim gabungan terus menyisir puing-puing reruntuhan untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun.

Guna mempercepat proses evakuasi dan membersihkan material tembok yang tebal, alat berat juga dikerahkan ke lokasi kejadian.

Sekilas Gedung Hogwan: Dari Pabrik Tapioka Hingga Lapangan Bulu Tangkis

Bangunan tua yang runtuh tersebut dikenal warga setempat dengan sebutan Gedung Hogwan. Gedung ini memiliki sejarah panjang di kawasan .

Berdasarkan keterangan warga sekitar, gedung tersebut pada masa penjajahan berfungsi sebagai pabrik tapioka. Seiring berjalannya waktu dan alih fungsi, masyarakat memanfaatkan area dalam gedung tua tersebut sebagai tempat olahraga bulu tangkis sehari-hari sebelum akhirnya musibah robohnya tembok gedung ini terjadi.

Proses penanganan di lokasi kejadian hingga kini masih terus berjalan, sementara warga diimbau untuk tetap waspada dan menjauhi area bangunan tua yang rentan roboh.***

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P