Portal Pantura, Brebes – Ratusan warga Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahap III tahun 2025. Penyaluran dilakukan di balai desa setempat pada Senin (29/9/2025).
Kepala Desa Kutamendala, H. Fathuri S.Ag, menyebutkan bahwa BLT DD kali ini merupakan pencairan untuk triwulan III. Bantuan tersebut mencakup bulan Juli, Agustus, dan September 2025.
“Setiap penerima mendapat Rp300 ribu per bulan. Jadi totalnya Rp900 ribu untuk tiga bulan sekaligus,” jelas Fathuri.
Ia mengingatkan agar warga memanfaatkan bantuan tersebut secara bijak. Prioritas utama adalah kebutuhan pokok dan mendukung ekonomi keluarga. “Gunakan bantuan ini untuk belanja kebutuhan sehari-hari,” pesannya.
BLT Dana Desa Bantu Ringankan Beban Warga
BLT Dana Desa merupakan program nasional pemerintah yang dikelola oleh desa. Tujuannya membantu masyarakat yang terdampak ekonomi, khususnya kelompok rentan, khususnya miskin ekstrem. Dana bersumber dari alokasi Dana Desa yang diterima setiap desa setiap tahun.
Menurut Fathuri, bantuan ini menjadi bukti kepedulian pemerintah terhadap masyarakat kurang mampu. Dengan adanya BLT, warga diharapkan dapat mempertahankan daya beli, terutama saat harga kebutuhan pokok cenderung naik.
“Dana Desa bukan hanya untuk pembangunan fisik. Program BLT ini juga wujud perhatian pada warga yang membutuhkan,” ujar Fathuri.
Pesan Camat Tonjong
Camat Tonjong, Lukman Hakim SH SIP, turut hadir dalam penyaluran BLT DD di Kutamendala. Ia mengapresiasi kinerja pemerintah desa dalam menyalurkan bantuan dengan tertib.
Dalam sambutannya, Lukman meminta warga penerima bantuan untuk mensyukuri bantuan pemerintah. “Tidak semua warga mendapatkan bantuan ini. Maka penting untuk mensyukuri dan memanfaatkannya sebaik mungkin,” katanya.
Lukman juga mengingatkan agar warga tidak menggunakan dana bantuan untuk hal-hal konsumtif yang tidak mendesak. Menurutnya, BLT Dana Desa adalah stimulus ekonomi yang harus tepat sasaran.
Proses Penyaluran Transparan
Penyaluran BLT Dana Desa di Kutamendala dilakukan secara terbuka. Warga yang hadir menunjukkan identitas diri, lalu menerima uang tunai sesuai haknya. Proses ini diawasi perangkat desa dan unsur kecamatan.
Pemerintah desa berkomitmen menyalurkan bantuan sesuai daftar penerima yang telah diverifikasi. Dengan cara ini, transparansi dan akuntabilitas bisa terjaga.
“Semua penerima sudah terdata dan diverifikasi. Kita pastikan bantuan tepat sasaran,” ujar Fathuri.
BLT Dana Desa Dorong Ekonomi Lokal
Selain meringankan beban warga, BLT Dana Desa juga berdampak pada perekonomian lokal. Warga yang menerima bantuan akan membelanjakan uangnya di warung-warung atau pasar desa. Hal ini memutar roda ekonomi tingkat bawah.
Program ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dana Desa yang diterima Kutamendala tahun 2025 tidak hanya digunakan untuk BLT, tetapi juga untuk pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan program sosial lainnya.
Harapan Pemerintah Desa
Pemerintah Desa Kutamendala berharap BLT Dana Desa dapat membantu mengurangi beban ekonomi keluarga penerima. Apalagi, saat ini biaya kebutuhan hidup terus meningkat.
“Kami berharap bantuan ini meringankan beban warga, apalagi menjelang akhir tahun kebutuhan biasanya naik,” kata Fathuri.
Selain itu, pihak desa juga berkomitmen memperkuat program pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan begitu, warga memiliki peluang usaha yang bisa menopang kehidupan sehari-hari secara berkelanjutan.
Dukungan Berkelanjutan
Pemerintah pusat telah memperpanjang program BLT Dana Desa hingga 2025. Skema ini diharapkan menjadi jaring pengaman sosial di tengah dinamika ekonomi nasional. Desa Kutamendala menjadi salah satu desa yang aktif dalam penyaluran BLT secara tepat waktu.
Camat Tonjong menegaskan pihak kecamatan siap mendukung dan mengawasi agar program ini terus berjalan lancar. “Kami akan mendampingi desa dalam penyaluran bantuan supaya masyarakat benar-benar terbantu,” ujarnya.
Warga Sambut Positif
Sejumlah warga penerima bantuan mengaku senang. Mereka merasa terbantu dengan adanya BLT Dana Desa, terutama untuk biaya kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah, uangnya buat beli beras dan kebutuhan anak sekolah,” kata salah satu penerima.***

