Portal Pantura, Brebes – Masyarakat Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, diminta bersabar terkait pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Pemerintah desa menegaskan, setiap pembangunan harus melalui prosedur dan musyawarah sebelum direalisasikan.
Salah satu yang menjadi sorotan warga adalah kondisi jalan desa di ruas Pasar Perhutani menuju Dukuh Kutamendala. Ruas jalan tersebut sering dipertanyakan masyarakat karena belum kunjung diperbaiki.
Kepala Desa Kutamendala, Fathuri, memastikan perbaikan jalan itu sudah masuk dalam daftar anggaran tahun 2025. Dana perbaikan akan bersumber dari Bantuan Keuangan (BK) anggota DPRD Jawa Tengah, Gus Sidqi yang juga cucu ulama kharismatik almarhum KH. Maemun Zubair.
Namun, Fathuri menegaskan bahwa pelaksanaan pembangunan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Alasannya, jalan tersebut masih menjadi jalur utama untuk proyek pembangunan Bendung Beji yang sedang berlangsung.
Risiko Jalan Cepat Rusak
Menurutnya, jika perbaikan dilakukan sekarang, jalan akan berpotensi rusak kembali karena dilalui kendaraan proyek dengan beban berat. Hal itu justru membuat pembangunan menjadi tidak efektif.
“Percuma dibangun sekarang. Kalau masih ada aktivitas lalu lintas proyek, jalan bisa cepat rusak. Maka, kami putuskan menunggu Bendung Beji selesai lebih dulu,” kata Fathuri, Kamis (28/8/2025).
Ia menambahkan, penundaan ini demi kepentingan bersama agar hasil pembangunan lebih awet dan bisa digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
Sementara itu, dari pantauan Portal Pantura di lapangan menyebutkan, jalan yang dipersoalkan hanya mengalami kerusakan ringan dan tidak begitu mengganggu aktifitas warga.
Kendaraan sepeda motor dan mobil masih bisa melintas dengan normal tanpa kendala.
Masyarakat Diminta Bersabar
Fathuri memahami keresahan warga yang mendesak perbaikan segera dilakukan. Namun ia berharap masyarakat Kutamendala bisa bersabar. Pemerintah desa berkomitmen melaksanakan pembangunan sesuai perencanaan setelah proyek bendung rampung.
“Kami mohon masyarakat bersabar. Ini demi kebaikan bersama. Setelah bendung selesai, jalan akan segera diperbaiki dengan dana BK yang sudah disiapkan,” ujarnya.
Pentingnya Musyawarah Desa
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya musyawarah desa sebagai dasar pengambilan keputusan pembangunan. Proses ini, menurutnya, menjadi mekanisme agar setiap rencana pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan warga dan tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.
Pemerintah desa, kata Fathuri, terbuka menerima aspirasi masyarakat. Namun ia menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru tanpa memperhatikan kondisi di lapangan.
Infrastruktur Jadi Prioritas
Pembangunan infrastruktur, termasuk jalan desa, menjadi salah satu prioritas pemerintah Kutamendala. Jalan Pasar Perhutani–Kutamendala yang menjadi jalur vital bagi warga akan menjadi fokus setelah aktivitas proyek Bendung Beji selesai.
Dengan selesainya bendung, beban lalu lintas kendaraan berat akan berkurang. Kondisi ini dinilai lebih ideal untuk memastikan perbaikan jalan bertahan lama dan bermanfaat bagi masyarakat.
Harapan ke Depan
Masyarakat Kutamendala berharap janji pemerintah desa terkait pembangunan jalan bisa segera terwujud. Infrastruktur yang memadai akan meningkatkan akses ekonomi, pendidikan, dan aktivitas sosial warga.
Pemerintah desa sendiri memastikan tidak ada rencana pembangunan yang ditunda tanpa alasan jelas. Semua proyek, termasuk perbaikan jalan, sudah masuk dalam agenda resmi tahun 2025.
“Intinya, jalan pasti dibangun. Kami hanya menunggu waktu yang tepat agar hasilnya bisa maksimal,” tutup Fathuri.
Di tahun 2025, pemerintah Desa Kutamendala juga akan segera membangun sejumlah infrastruktur, diantaranya Karangasem RW 07 sampai dengan Balongsari RW 06. Kegiatan pengaspalan ini didanai menggunakan Dana Desa.
Pembangunan talut tebing di RW 06 Dukuh Kutamendala juga segera dibangun menggunakan anggaran Bantuan Keuangan Provinsi.
Sedangkan rabatshet juga akan dilakulan di Pekandangan dan RW 02 Dukuh Gardu. Sementara, pengaspalan akan dilakukan di gang RW 05 Kercacil.
Pemerintah Desa Kutamrndala juga sudah menyelesaikan drainase di RW 04 Purwosari, dan rabatshet di RW 03 Gunung Pandan.
Di bidang sosial pemerintah desa Kutamendala sedang mengerjakan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 38 unit dan 25 unit jambanisasi.***

