Portal Pantura – Turnamen sepak bola Watujaran Cup 4 di Desa Laren, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, berakhir dramatis setelah Dawuhan FC memastikan gelar juara melalui drama adu penalti.
Kompetisi tahunan yang mulai bergulir sejak 25 Agustus 2026 tersebut diikuti 32 tim dari enam kecamatan di wilayah Brebes Selatan.
Partai final mempertemukan Dawuhan FC dengan Dukuhturi FC dalam pertandingan yang berlangsung ketat sejak menit awal.
Kedua tim tampil agresif dengan berusaha menciptakan peluang, namun tidak ada gol yang mampu tercipta sepanjang pertandingan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap imbang sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Drama dari titik putih tersebut akhirnya menjadi penentu perjalanan Dawuhan FC untuk mengangkat trofi Watujaran Cup 4.
Dawuhan FC pun berhak menyandang status juara pertama, sedangkan Dukuhturi FC harus puas menempati posisi runner up.
Dawuhan FC Bawa Pulang Hadiah Rp12 Juta

Sebagai juara pertama, Dawuhan FC mendapatkan trofi, medali serta uang pembinaan sebesar Rp12 juta.
Sementara itu, Dukuhturi FC yang berada di posisi kedua menerima trofi, medali dan uang pembinaan sebesar Rp6 juta.
Kepala Desa Laren, Arief Setiawan, S.E., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh tim yang berhasil mencapai babak akhir turnamen.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para pemain yang telah menunjukkan kemampuan dan sportivitas selama kompetisi berlangsung.
“Saya ucapkan selamat kepada para juara,” ujar Arief Setiawan.
Menurutnya, keberadaan Watujaran Cup tidak hanya menjadi wadah kompetisi bagi klub-klub sepak bola di wilayah Brebes Selatan, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan olahraga yang dinantikan masyarakat.
Diikuti 32 Tim dari Enam Kecamatan
Watujaran Cup 4 tahun ini menjadi salah satu ajang sepak bola yang mempertemukan klub-klub dari sejumlah wilayah di Brebes Selatan.
Sebanyak 32 tim ambil bagian dalam turnamen yang digelar di Lapangan Watujaran, Desa Laren, Kecamatan Bumiayu.
Kehadiran puluhan tim dari enam kecamatan membuat persaingan sepanjang turnamen berlangsung cukup kompetitif.
Setiap pertandingan menjadi kesempatan bagi masing-masing kesebelasan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengejar tiket menuju babak berikutnya.
Antusiasme masyarakat juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Watujaran Cup yang digelar secara rutin setiap tahun.
Lapangan Watujaran menjadi pusat perhatian selama turnamen berlangsung karena pertandingan menghadirkan persaingan antarklub dari berbagai wilayah.
Final Berlangsung Ketat
Pertandingan final menjadi salah satu laga paling menentukan dalam rangkaian Watujaran Cup 4.
Dawuhan FC dan Dukuhturi FC sama-sama berusaha membuka keunggulan, tetapi pertahanan kedua kesebelasan mampu meredam berbagai serangan.
Tidak adanya gol pada babak pertama membuat pertandingan berlanjut dengan tensi yang semakin tinggi setelah jeda.
Situasi serupa kembali terjadi pada babak kedua karena kedua tim belum mampu memanfaatkan peluang menjadi gol.
Waktu normal akhirnya berakhir tanpa perubahan skor sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke adu penalti.
Dari drama tersebut, Dawuhan FC keluar sebagai pemenang dan memastikan gelar juara Watujaran Cup 4.
Keberhasilan tersebut sekaligus menutup rangkaian kompetisi yang telah berlangsung sejak akhir Agustus 2026.
Watujaran Cup 4 kembali menunjukkan bahwa turnamen sepak bola tingkat lokal dapat menjadi ruang kompetisi sekaligus hiburan olahraga bagi masyarakat.
Dengan berakhirnya turnamen, Dawuhan FC resmi membawa pulang gelar juara, sementara Dukuhturi FC menjadi runner up dalam kompetisi tahun ini.
Tim Redaksi

