Portal Pantura, Jakarta – Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama di balik keberhasilan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) IPB University yang bertajuk PROTACTION (Protect and Action). Program ini digelar di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, melibatkan mahasiswa IPB, Rumah Belajar Merah Putih, masyarakat setempat, dan Duta Lingkungan Jakarta Utara.
Tujuan utamanya sederhana tapi bermakna: menghadirkan ruang belajar yang aman, inspiratif, dan ramah lingkungan bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera.
Wadah Belajar untuk Anak-Anak Cilincing
Rumah Belajar Merah Putih selama ini menjadi tempat anak-anak Cilincing menimba ilmu di luar sekolah formal. Lembaga ini hadir untuk memberikan kesempatan belajar bagi anak-anak dari latar belakang ekonomi terbatas.
Melalui program PROTACTION, mahasiswa IPB berupaya menghadirkan pembelajaran interaktif yang tak hanya fokus pada pelajaran umum, tetapi juga menyentuh aspek edukasi seksual, pembentukan karakter, dan pengembangan growth mindset.
“Anak-anak di sini butuh ruang aman untuk tumbuh dan belajar tanpa rasa takut. PROTACTION membantu kami mewujudkan itu,” ujar Desi Purwatuning, pendiri Rumah Belajar Merah Putih.
Menurutnya, kolaborasi dengan mahasiswa IPB membuka wawasan baru bagi anak-anak. Mereka kini belajar tentang perlindungan diri, nilai empati, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Peran Duta Lingkungan
Kehadiran Duta Lingkungan Jakarta Utara memberi warna baru pada kegiatan PROTACTION. Mereka ikut turun langsung mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Anak-anak diajak memahami pengelolaan sampah sederhana, cara memanfaatkan barang bekas menjadi karya kreatif, dan langkah-langkah kecil untuk menjaga lingkungan sekitar.
Salah satu kegiatan yang paling diminati adalah sesi “Action Craft” dan “Action Care”. Dalam kegiatan ini, anak-anak membuat kerajinan tangan dari bahan daur ulang dan berbagi pesan positif tentang empati, kebersihan, serta tanggung jawab sosial.
“Belajar lewat karya membuat anak-anak lebih bersemangat. Mereka merasa terlibat langsung dan bisa melihat hasil dari usaha sendiri,” kata salah satu relawan PROTACTION.
Kolaborasi yang Menginspirasi
Program PROTACTION membuktikan bahwa pendidikan karakter dan pendidikan lingkungan dapat berjalan beriringan. Dengan dukungan masyarakat, Rumah Belajar Merah Putih, dan Duta Lingkungan, kegiatan ini menciptakan ruang belajar yang aman, menyenangkan, dan mendidik.
Mahasiswa IPB juga menegaskan pentingnya peran masyarakat lokal. Tanpa dukungan warga Cilincing, kegiatan ini tidak akan berjalan efektif. Mereka ikut menjaga keamanan lokasi, memfasilitasi kegiatan, hingga memberikan dukungan moral bagi anak-anak yang belajar.
Dampak dan Harapan
Program ini tidak hanya menumbuhkan semangat belajar anak-anak, tapi juga mengubah cara pandang masyarakat terhadap pentingnya pendidikan nonformal. Melalui kolaborasi lintas elemen, Cilincing kini memiliki contoh nyata bagaimana pendidikan, lingkungan, dan solidaritas sosial bisa bersatu.
Tim PROTACTION berharap, kolaborasi seperti ini bisa menjadi model pengabdian masyarakat di wilayah lain di Indonesia. Terutama di daerah yang menghadapi tantangan sosial serupa seperti rawan kejahatan dan rendahnya akses pendidikan.
“Pendidikan karakter bukan hanya soal disiplin, tapi juga soal kepedulian dan keberlanjutan. Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan peduli,” ungkap salah satu mahasiswa anggota tim PROTACTION IPB.
Melalui langkah-langkah kecil di Cilincing, mahasiswa IPB membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci perubahan nyata. Dari ruang belajar sederhana, lahir harapan baru untuk masa depan yang lebih baik — ramah anak, ramah lingkungan, dan penuh semangat kebersamaan.***

