Portal Pantura, Brebes – Muhammad Abil Tilas Ramadhan, siswa SMP Muhammadiyah Tonjong, mencatatkan prestasi membanggakan di kancah nasional.
Ia berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Pidato Bung Karno yang diselenggarakan oleh Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDI Perjuangan.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga bagi kedua orang tuanya, Dimas Royadi dan Kiki Lutfia Helmi.
Persiapan Singkat Berbuah Manis
Meski waktu persiapan tergolong singkat, Abil mampu tampil maksimal di depan kamera.
“Saya tidak menyangka bisa dapat juara, padahal persiapannya singkat,” ujar Abil saat dihubungi.
Menurut guru pembina, Ahmad Soleh Hudin, keberhasilan ini adalah buah dari kegigihan Abil selama ini.
Abil diketahui aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler Komunitas Literasi di sekolahnya.
Apresiasi dari Berbagai Pihak
Raihan prestasi ini mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, termasuk Majelis Dikdasmen PCM Tonjong.
Fuad, perwakilan dari Majelis Dikdasmen PCM Tonjong, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya.
“Saya apresiasi dan mengucapkan selamat kepada ananda Abil,” ucap Fuad.
Menurutnya, pencapaian ini mengharumkan nama sekolah, daerah, dan Persyarikatan Muhammadiyah.
Dukungan serupa datang dari anggota DPRD Kabupaten Brebes, Ade Apriyanto.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menekankan pentingnya memberi ruang bagi siswa berprestasi.
“Siswa berprestasi harus didukung dan diapresiasi,” tegas Ade.
Ajang Meneladani Pemikiran Bung Karno
Lomba Pidato Bung Karno ini merupakan rangkaian dari kegiatan Peringatan Bulan Bung Karno 2026.
Kompetisi ini bertujuan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal pemikiran Ir. Soekarno.
Selain kompetisi, ajang ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan pengembangan kemampuan public speaking.
Peserta diminta menyampaikan kembali pesan-pesan Bung Karno melalui video berdurasi satu menit.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan berpikir kritis, serta kreativitas para peserta.
Lomba ini bersifat terbuka bagi pelajar tingkat SD, SMP, SMA, hingga masyarakat umum dengan batas usia maksimal 40 tahun.
Melalui upaya ini, generasi muda diharapkan mampu terus mewarisi semangat perjuangan dan nilai-nilai kebangsaan Indonesia.***
Tim Redaksi
