UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Pendidikan

SMKN 3 Karawang Jadi Mitra Sharp ke-24, Apa Keuntungan Ikut Program Sharp Class?

×

SMKN 3 Karawang Jadi Mitra Sharp ke-24, Apa Keuntungan Ikut Program Sharp Class?

Sebarkan artikel ini
Prosesi gunting pita kerja sama Sharp Class di SMKN 3 Karawang, Minggu (26/1/2026). Tampak (dari kiri) Riesye Silvana, Ade Mardiyah Hayati, Lise Tiasanty, dan Martinus Roy Hunto saat peresmian program pelatihan vokasi untuk 25 siswa terpilih. (Foto: Dok. Sharp Indonesia)
Prosesi gunting pita kerja sama Sharp Class di SMKN 3 Karawang, Minggu (26/1/2026). Tampak (dari kiri) Riesye Silvana, Ade Mardiyah Hayati, Lise Tiasanty, dan Martinus Roy Hunto saat peresmian program pelatihan vokasi untuk 25 siswa terpilih. (Foto: Dok. Sharp Indonesia)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Indonesia kembali memperluas jangkauan program pelatihan vokasi. Kali ini giliran SMKN 3 yang menjadi mitra ke-24 dalam Program Class.

Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung Minggu (26/1/2026) di . Hadir Pengawas Pembina Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, H. Chaerudin, sebagai saksi dari pemerintah.

Target 25 Siswa dalam Dua Bulan

Program ini menargetkan 25 siswa terpilih SMKN 3 . Mereka akan mengikuti pelatihan selama dua bulan.

iklan

Kurikulum dirancang khusus berbasis kebutuhan industri. Materi utama adalah teori dan praktik perawatan Air Conditioner (AC).

“Sharp Class bukan sekadar program pelatihan. Ini upaya berkelanjutan kami mencetak tenaga kerja vokasi yang kompeten,” kata Lise Tiasanty, Customer Satisfaction Head Division PT Sharp Electronics Indonesia.

Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali soft skill. Mulai dari pelayanan pelanggan, etos kerja, komunikasi profesional, hingga dasar kewirausahaan.

Kesenjangan Kompetensi Masih Jadi Tantangan

Pemerintah terus mendorong link and match antara pendidikan vokasi dan industri. Namun kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja masih menjadi masalah.

Program seperti Sharp Class hadir untuk menjembatani gap tersebut. Siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tapi juga praktik langsung dengan standar industri.

Kepala SMKN 3 , Ade Mardiah Hayati, menilai program ini sangat relevan. “Keterlibatan langsung tenaga profesional dari Sharp membantu siswa memahami standar kerja yang sesungguhnya,” ucapnya.

83 dari 893 Alumni Terserap Sharp Indonesia

Program Sharp Class pertama kali digelar pada 2012. Selama 14 tahun berjalan, program ini telah menjangkau 24 di berbagai daerah.

Sebarannya meliputi Aceh, Malang, Denpasar, Banjarmasin, Padang, dan kota-kota lain di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P