Portal Pantura, Brebes – Maraknya praktik joki skripsi dan plagiarisme di lingkungan perguruan tinggi dinilai telah berada pada level darurat integritas akademik nasional.
Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fiqri Faqih, menegaskan bahwa fenomena kecurangan ini sangat merugikan dan mencederai kualitas dunia pendidikan tinggi.
“Saya rasa Diktisaintek perlu ada evaluasi,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut usai menghadiri wisuda ke-11 Universitas Peradaban, Kamis 15 Oktober 2026.
Menurut Fiqri, kebiasaan meraih gelar akademik menggunakan karya orang lain merupakan bentuk kemunduran moral yang memprihatinkan.
“Menurutnya, lebih baik biasa-biasa saja, dari pada menyontek. Juga jangan ingin terlihat baik tapi itu pakai karya orang lain,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa ketahanan karir seseorang di dunia kerja tidak ditentukan oleh kelulusan serba instan, melainkan karakter dan keahlian nyata.
“Menurutnya, orang-orang yang bertahan lama adalah yang memiliki hard skill dan soft skill serta moralitas dan integritas,” tambahnya.
Parlemen mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersinergi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membenahi tata kelola pembelajaran.
Fiqri menekankan bahwa degradasi moral tidak bisa diselesaikan sebatas imbauan normatif, melainkan butuh perombakan sistemik pada indikator kelulusan.
“Sebagai anggota Komisi X DPR RI, saya menyikapi fenomena ini sebagai kondisi darurat integritas akademik,” kata Fiqri dalam keterangannya, Senin (12 Oktober 2026).

