Portal Pantura – Masyarakat kini dapat mendaftarkan diri secara mandiri sebagai penerima bantuan sosial melalui sistem Perlinsos Digital.
Kendati demikian, sejumlah kendala teknis kerap dijumpai warga, salah satunya adalah kegagalan pada tahapan verifikasi wajah.
Mengenal Perlinsos Digital Kemensos
Perlindungan Sosial Digital merupakan sistem integrasi data berbasis Digital Public Infrastructure untuk mendistribusikan bansos secara akurat.
Layanan terpadu ini memfasilitasi pendaftaran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) hingga Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Pemerintah sendiri telah mengintegrasikan data lintas delapan lembaga secara real-time guna memastikan bantuan tepat sasaran.
“Program ini diuji pertama kali di Banyuwangi pada September 2025,” tulis keterangan resmi di laman Indonesia Baik milik Kementerian Komunikasi dan Digital.
Sistem baru ini berbeda dengan fitur Cek Bansos yang selama ini umum digunakan oleh masyarakat luas.
Aplikasi Cek Bansos sebatas memeriksa status penerima, sedangkan Perlinsos Digital menangani pembaruan data hingga verifikasi penuh.
Penyebab Gagal Verifikasi Wajah
Tahapan verifikasi wajah sangat krusial karena terhubung langsung dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Kendala pembacaan wajah umumnya dipicu faktor pencahayaan ruangan yang kurang memadai atau terlalu gelap.

