Portal Pantura – Harga bensin dan solar Anda akan terasa lebih berat di kantong mulai akhir pekan kemarin. Pertamina secara resmi menurunkan palu penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada Sabtu (18/4/2026), dengan kenaikan yang mencengangkan terutama untuk produk diesel premium.
Langkah ini menjadi respon Pertamina terhadap fluktuasi harga minyak mentah di pasar global yang terus bergejolak. Permintaan energi dunia yang meningkat, ditambah ketegangan geopolitik, telah mendorong harga crude oil ke level yang tidak terprediksi, memaksa produsen lokal menyesuaikan strategi penetapan harga.
Berapa Kenaikan Harganya? Cek Setiap Jenis BBM
Tidak semua produk BBM mengalami nasib yang sama dalam penyesuaian harga kali ini. Pertamina membedakan antara produk yang disubsidi pemerintah dan yang tidak.
Bensin Nonsubsidi Naik hingga 48%
Produk bensin premium merasakan pukulan terberat. Pertamax Turbo, bensin oktan tertinggi Pertamina, meloncat dari Rp 13.100 per liter menjadi Rp 19.400 per liter—setara dengan kenaikan Rp 6.300 atau lonjakan 48%. Ini adalah penyesuaian paling signifikan untuk segmen bensin.
Sementara itu, varian lainnya tampil berbeda:
- Pertamax Green bertahan stabil di Rp 12.900 per liter (tidak ada perubahan)
- Pertamax reguler juga tetap di Rp 12.300 per liter
Diesel Premium Tembus Rp 23.900 Per Liter
Sektor diesel mengalami tekanan lebih berat. Pertamina Dex, diesel premium untuk kendaraan bermesin diesel modern, melampaui Rp 23.900 per liter—naik Rp 9.400 dari harga sebelumnya Rp 14.500. Persentasenya mencapai 64%, tertinggi di antara semua produk yang disesuaikan.
Dexlite, varian diesel standar, juga tidak terhindar dengan kenaikan dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600 per liter—selisih Rp 9.400.
Bensin Subsidi: Pemerintah Tahan Harga
Ada kabar baik untuk pengguna Pertalite. Pemerintah mempertahankan harga BBM bersubsidi tetap di Rp 10.000 per liter, tanpa perubahan. Keputusan ini dilakukan untuk melindungi daya beli masyarakat kalangan menengah ke bawah.
Dasar Hukum dan Alasan Penyesuaian
Penyesuaian harga diatur melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang mengandung formula kalkulasi harga jual eceran BBM berdasarkan kondisi pasar global.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa keputusan mempertahankan harga subsidi adalah perintah langsung Presiden. “Kami sudah bersepakat, atas arahan Presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan terakumulasi sampai akhir tahun,” ujar Bahlil dalam konferensi pers Kamis (16 April 2026).
Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap melindungi stabilitas ekonomi keluarga Indonesia, terutama mereka yang bergantung pada transportasi berbahan bakar subsidi.
Dampak bagi Konsumen dan Industri
Kenaikan harga ini akan berimbas pada berbagai sektor. Pengguna kendaraan premium dengan bensin Pertamax Turbo akan merasakan beban tambahan sekitar Rp 126.000 untuk pengisian 20 liter. Pengemudi diesel, khususnya pemilik kendaraan komersial, akan mengalami dampak lebih ekstrem dengan tambahan biaya operasional yang signifikan.
Industri transportasi, logistik, dan layanan ride-sharing kemungkinan akan meneruskan kenaikan ini ke konsumen akhir melalui tarif yang lebih tinggi.
Tabel Referensi Lengkap Harga BBM Pertamina
| Jenis BBM | Harga Lama | Harga Baru | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pertamax Turbo | Rp 13.100 | Rp 19.400 | ↑ Rp 6.300 |
| Pertamax Green | Rp 12.900 | Rp 12.900 | – |
| Pertamax | Rp 12.300 | Rp 12.300 | – |
| Pertalite | Rp 10.000 | Rp 10.000 | – |
| Pertamina Dex | Rp 14.500 | Rp 23.900 | ↑ Rp 9.400 |
| Dexlite | Rp 14.200 | Rp 23.600 | ↑ Rp 9.400 |
Berlaku sejak Sabtu, 18 April 2026
Apa yang Harus Diperhatikan Konsumen?
Masyarakat disarankan untuk mencatat jenis BBM yang sesuai dengan kendaraan mereka sebelum mengisi di SPBU. Beberapa pom bensin mungkin mengalami ketimpangan stok di hari-hari awal penyesuaian harga.
Bagi mereka yang mempertimbangkan untuk beralih ke produk dengan harga yang lebih stabil, Pertalite tetap menjadi pilihan ekonomis dengan harga tersemat. Namun, pastikan spesifikasi mesin kendaraan Anda kompatibel dengan oktan 90 sebelum membuat keputusan.***







