Portal Pantura, Jakarta – Gelombang kenaikan harga bahan pokok kembali mewarnai pasar tradisional pada pekan pertama Oktober tahun ini. Lonjakan ini mencakup berbagai komoditas strategis mulai dari bumbu dapur hingga kebutuhan pangan utama.
Berdasarkan pantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, tren kenaikan tersebut tercatat pada Selasa (6/10/2026). Masyarakat perlu mengantisipasi perubahan harga yang cukup membebani pengeluaran harian ini.
Di sektor bumbu dapur, harga bawang merah terpantau melonjak tajam sebesar 16,49 persen. Komoditas ini kini dibanderol dengan harga Rp43.450 per kilogram di berbagai pasaran.
Kenaikan serupa juga terjadi pada bawang putih yang merangkak naik sebesar 12,18 persen. Harga komoditas penyedap makanan ini menyentuh level Rp43.750 per kilogram.
Tren Kenaikan Harga Beras
Kebutuhan pokok seperti beras tidak luput dari tren kenaikan harga pada pekan ini. Beras kualitas bawah I naik 6,71 persen menjadi Rp15.900 per kilogram, menyusul kualitas bawah II yang dihargai Rp15.850.
Sementara itu, harga beras kualitas medium I juga meningkat tipis 2,41 persen menjadi Rp17.000 per kilogram. Beras kualitas medium II ikut menyesuaikan harganya ke level Rp16.550 per kilogram.
Untuk kelompok beras premium, varian kualitas super I dijual seharga Rp18.150 per kilogram setelah naik 1,11 persen. Adapun beras kualitas super II mengalami peningkatan 2,02 persen menjadi Rp17.700 per kilogram.
Harga Cabai Menembus Angka Fantastis
Lonjakan paling ekstrem terjadi pada komoditas cabai merah besar yang melesat hingga 34,89 persen. Harga jual komoditas pedas ini melonjak drastis hingga menembus angka Rp81.000 per kilogram.
Kenaikan ini diikuti oleh cabai merah keriting yang meroket menyentuh angka Rp82.500 per kilogram. Cabai rawit hijau juga ikut terimbas dengan kenaikan 22,55 persen ke level Rp84.500 per kilogram.
Rekor harga tertinggi saat ini dipegang oleh jenis cabai rawit merah yang melonjak 14,17 persen. Konsumen kini harus merogoh kocek lebih dalam hingga Rp114.000 untuk setiap kilogramnya.
Pergerakan Harga Gula, Minyak, dan Telur
Gula pasir kualitas premium turut mencatatkan kenaikan harga menjadi Rp20.650 per kilogram. Senada dengan hal tersebut, gula pasir lokal ikut naik perlahan di harga Rp19.250 per kilogram.
Pada sektor minyak goreng, varian curah naik menjadi Rp20.850 per liter, dan kemasan bermerek I mencapai Rp24.600 per kilogram. Telur ayam ras segar juga tak ketinggalan dengan persentase kenaikan 5,34 persen menjadi Rp31.550 per kilogram.
Meskipun banyak komoditas melonjak, angin segar datang dari sektor protein hewani yang justru mengalami penurunan harga. Daging ayam ras kini lebih terjangkau setelah harganya turun 3,09 persen menjadi Rp40.800 per kilogram.
Harga daging sapi kualitas I juga terkoreksi tipis menjadi Rp151.250 per kilogram. Penurunan lebih tajam dialami oleh daging sapi kualitas II yang anjlok 8,56 persen ke level Rp130.950 per kilogram.
Selain daging, ada juga komoditas minyak goreng yang harganya kian bersahabat bagi kantong konsumen. Minyak goreng kemasan bermerek II tercatat turun 3,61 persen menjadi Rp22.700 per liternya.***
Tim Redaksi

