Asrokh menilai angka Rp19.500 realistis dan akan bergerak naik secara bertahap menuju harga acuan.
“Ini langkah awal yang perlu diperjuangkan bersama. Kami optimistis kondisi akan lebih baik dan peternak lebih sejahtera,” ujarnya.
Asosiasi Siap Kawal di Lapangan
Sekretaris Jenderal DPP Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR), Muhlis Wahyudi, memastikan asosiasiny siap mengawal implementasi kesepakatan ini.
“Kami akan menginstruksikan anggota di seluruh wilayah Jawa untuk segera mengawal dan menyukseskan kebijakan ini. Besok harga harus mulai berjalan untuk ukuran 1,8 kilogram ke atas,” kata Muhlis.
Lebih Baik dari Sebelumnya, Peternak Berharap Naik Lagi
Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (PERMINDO), Kusnan, menyambut hasil rapat ini sebagai kabar baik.
Ia mengakui angka Rp19.500 belum mencapai harga pokok produksi. Namun kondisi ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
“Sebelumnya harga masih di kisaran Rp18.000, bahkan ada yang di bawah itu,” ungkap Kusnan.
Ia berharap harga terus membaik hingga menjelang Iduladha dan mencapai harga acuan Rp25.000 per kilogram.***

