Dapatkan Update Terbaru dari Kami Setuju Tidak
tutup / scroll untuk melanjutkan
iklan
Ekonomi

Masuk Desil 1-4 Tapi Bansos Tak Kunjung Cair? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Avatar photo
×

Masuk Desil 1-4 Tapi Bansos Tak Kunjung Cair? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi warga miskin. (Foto: ChatGPT/Generated Image)
Ilustrasi warga miskin. (Foto: ChatGPT/Generated Image)

Portal Pantura – Ribuan keluarga miskin mengeluh. Meski tercatat dalam kategori desil 1 hingga 4, bantuan sosial tak kunjung mereka terima.

Kementerian Sosial (Kemensos) kini memperketat verifikasi penerima bansos. Tujuannya memastikan program tepat sasaran setelah ditemukan banyak penyalahgunaan.

iklan

Apa Itu Desil dan Mengapa Penting?

Desil adalah sistem peringkat kesejahteraan yang membagi masyarakat Indonesia menjadi 10 kelompok. Pengelompokan ini berdasarkan kondisi ekonomi, dari yang paling miskin hingga paling mampu.

Data ini tercatat dalam Sistem Data Terpadu Sosial dan EkonomiNasional  (DTSEN). Posisi desil menentukan akses keluarga terhadap berbagai program bantuan pemerintah.

Kategori Desil dan Hak Bansos

Desil 1-4: Zona Prioritas

Kelompok ini menjadi sasaran utama program bantuan. Mereka berhak menerima:

  • Program Keluarga Harapan (PKH) untuk biaya pendidikan dan kesehatan
  • Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau sembako
  • Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan
  • Bantuan khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas

Desil 5: Kategori Menengah Bawah

Masih berpeluang dapat PBI kesehatan. Namun untuk PKH dan sembako, perlu asesmen tambahan. Tidak otomatis masuk daftar penerima.

Desil 6-10: Di Luar Program

Dianggap mampu memenuhi kebutuhan sendiri. Tidak masuk skema penerima bansos reguler.

Lima Penyebab Bansos Tidak Cair

Meski masuk kategori desil rendah, banyak keluarga tetap tidak menerima bantuan. Berikut penyebab utamanya:

1. Alamat Tidak Cocok Saat Verifikasi

Perbedaan domisili menjadi kendala terbesar. Warga yang merantau atau pindah tempat tinggal sering terlewat saat petugas melakukan pengecekan.

Sistem verifikasi mengharuskan calon penerima berada di alamat sesuai KTP. Jika tidak ada saat kunjungan, data dinyatakan tidak valid.

2. Kondisi Ekonomi Tidak Sesuai Data

Ada gap antara data sistem dengan kondisi nyata. Misalnya, keluarga tercatat desil 1 tetapi memiliki anggota yang bekerja tetap di perusahaan.

Petugas lapangan akan menilai ulang kelayakan. Jika dinilai mampu secara ekonomi, bantuan tidak akan disalurkan.

3. Penerima Sudah Meninggal

Nama penerima masih tercatat padahal orangnya sudah wafat. Status otomatis gugur karena data tidak valid.

Bantuan tidak bisa dialihkan ke ahli waris tanpa pembaruan administrasi terlebih dahulu.

4. Status Tidak Aktif Lagi

Penerima bansos dievaluasi berkala. Jika kondisi ekonomi membaik, status bisa dinonaktifkan.

Tujuannya memastikan bantuan tepat sasaran dan memberi ruang bagi keluarga lain yang lebih membutuhkan.

Eksplorasi konten lain dari Portal Pantura

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca