Selain itu, keluarga harus memiliki minimal satu dari komponen berikut:
- Ibu hamil atau masa nifas
- Anak usia dini (0–6 tahun)
- Anak sekolah (SD hingga SMA/sederajat)
- Penyandang disabilitas berat
- Lansia usia 60 tahun ke atas
Kriteria ini dirancang agar bantuan benar-benar menyentuh kelompok yang paling membutuhkan.
Berapa Besar Bantuan yang Diterima?
Nominal PKH bervariasi tergantung komponen dalam keluarga. Berikut rincian per tahap dan per tahun:
| Komponen | Per Tahap | Per Tahun |
|---|---|---|
| Ibu hamil/nifas | Rp750.000 | Rp3.000.000 |
| Anak usia 0–6 tahun | Rp750.000 | Rp3.000.000 |
| Anak SD/sederajat | Rp225.000 | Rp900.000 |
| Anak SMP/sederajat | Rp375.000 | Rp1.500.000 |
| Anak SMA/sederajat | Rp500.000 | Rp2.000.000 |
| Penyandang disabilitas berat | Rp600.000 | Rp2.400.000 |
| Lansia (60 tahun ke atas) | Rp600.000 | Rp2.400.000 |
| Korban pelanggaran HAM berat | Rp2.700.000 | Rp10.800.000 |
Satu keluarga bisa menerima bantuan dari lebih dari satu komponen sekaligus, tergantung kondisi anggota keluarganya.
Cara Cek Status Penerima Secara Online
Tidak perlu antre di kantor. Pengecekan bisa dilakukan dari rumah melalui dua cara.
Via website:
- Buka cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan NIK
- Isi kode captcha
- Klik “Cari Data”
Via aplikasi Cek Bansos:
- Pilih menu “Cek Bansos“
- Isi data wilayah
- Masukkan nama sesuai KTP
- Klik “Cari Data”
Hasil pencarian akan langsung menampilkan status penerimaan bantuan sosial.
Bagi yang belum menerima meski merasa memenuhi syarat, segera koordinasikan dengan petugas sosial di kelurahan atau dinas sosial setempat. Pembaruan data penerima masih terus berlangsung menjelang pencairan tahap II ini.***

